Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 21:29 WIB

TVRI Diminta Transparan Soal Kontrak Hak Siar Piala Dunia 2026

Author

TVRI Diminta Transparan Soal Kontrak Hak Siar Piala Dunia 2026

Komisi VII DPR RI mendesak TVRI untuk memberikan transparansi mengenai nilai kontrak hak siar Piala Dunia 2026. Desakan ini muncul karena pendanaan tersebut berasal dari uang negara yang harus dikelola secara akuntabel.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Anggota DPR, Yoyok Riyo Sudibyo, menekankan pentingnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana, sementara Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, menemui kesulitan dalam mengungkap angka pasti akibat faktor pajak dan fluktuasi nilai tukar.

DPR Mendesak Transparansi Anggaran

Anggota Komisi VII, Yoyok Riyo Sudibyo, telah menyampaikan permintaan agar manajemen TVRI memberikan rincian nilai kontrak hak siar Piala Dunia 2026. Ia mengatakan, 'Tolong transparan ya nanti ya. Kami menghendaki, Bapak transparan. Ini duit negara.'

Yoyok mengungkapkan bahwa transparansi dalam anggaran adalah elemen penting bagi kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana negara. Ia menekankan harapan kepada TVRI untuk mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang dikeluarkan.

Desakan untuk transparansi ini juga disuarakan oleh Andika Satya Wasisto dari Partai Golkar, yang meminta adanya angka jelas mengenai kontrak tersebut. Ia berpendapat bahwa masyarakat perlu menilai kelayakan dan kesiapan TVRI dalam menyiarkan acara sebesar Piala Dunia.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Perbandingan dengan Kontrak Internasional

Andika Satya Wasisto memberikan perbandingan nilai kontrak dari negara lain untuk mengedukasi masyarakat tentang realitas biaya hak siar. Ia menyebutkan Spanyol, yang mengeluarkan sekitar 55 juta Euro atau lebih dari Rp1 triliun untuk hak siar yang sebanding.

'Nah ini sama tidak kira-kira TVRI nilainya sekitar Rp1 triliun tersebut? Karena ini anggaran negara, Pak. Jadi tidak bisa main-main juga,' tambah Andika.

Perbandingan ini menunjukkan urgensi bagi TVRI untuk memberikan angka yang relevan, sehingga masyarakat dapat memahami besaran anggaran yang terlibat dengan hak siar Piala Dunia.

Penjelasan TVRI Mengenai Kontrak

Menanggapi desakan tersebut, Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, mengungkapkan adanya kendala dalam memberikan nilai kontrak secara terbuka. Ia menjelaskan bahwa terdapat komponen pajak dan fluktuasi nilai tukar yang belum final.

'Masih ada hitung-hitungan tentang nilai kurs fluktuatif sekali. Jadi kalau dulu sampai sekarang tuh dengan nilai kurs sekarang itu boleh saya sampaikan Rp32 miliar Pak, bedanya Pak, besar sekali,' jelas Iman.

Selain itu, Iman menegaskan bahwa bantuan pemerintah melalui APBN hanya mencakup biaya lisensi hak siar yang disetor kepada pemegang lisensi utama. Untuk biaya operasional lainnya, TVRI harus mencarinya secara mandiri.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU