Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa Rusia tidak berniat menyerang negara-negara Uni Eropa maupun NATO.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini keluar sebagai respons terhadap klaim Barat tentang potensi agresi Rusia yang semakin meningkat.
Lavrov Menanggapi Tuduhan Agresi
Dalam wawancara dengan NTV pada 8 Februari 2026, Lavrov menjelaskan bahwa tuduhan yang menyebut Rusia akan mengekspansi peperangan ke Eropa adalah tidak berdasar.
Ia menekankan bahwa fokus Rusia tidak mencakup rencana invasi ke negara-negara tetangga, menyatakan, 'Kami tidak punya niat untuk menyerang Eropa. Tidak ada alasan untuk melakukan hal itu.'
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Peringatan untuk Negara-Negara Barat
Walaupun menyatakan niat damai, Lavrov memberikan peringatan kepada negara-negara Barat, termasuk Jerman, yang meningkatkan kesiapan tempur pada 2029.
Ia menegaskan, 'Jika Eropa bertindak berdasarkan ancaman mereka untuk bersiap perang melawan kami dan memulai serangan terhadap Federasi Rusia, mereka akan menghadapi respons militer penuh dari pihak kami, dengan semua kapabilitas militer yang tersedia.'
Situasi di Ukraina dan Kontroversi Korban
Perang yang terjadi di Ukraina masih menjadi sorotan, terutama mengenai transparansi jumlah korban di lapangan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, baru-baru ini merilis angka resmi korban tewas yang meragukan, yakni 55.000 orang, yang dianggap tidak mencerminkan skala pertempuran yang sedang berlangsung.
Rusia menuduh Uni Eropa menghambat upaya diplomasi Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dengan cepat.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: