Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 14:20 WIB

Mengenal Phishing di Era Digital: Ancaman yang Tak Terelakkan

Author

Mengenal Phishing di Era Digital: Ancaman yang Tak Terelakkan

Di zaman sosial media dan aplikasi chat, phishing menjadi salah satu ancaman yang semakin meresahkan. Praktik penipuan ini tidak hanya mencuri data pribadi, tetapi juga dapat berujung pada kerugian finansial yang besar.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Dengan popularitas platform seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp, penjahat dunia maya semakin leluasa beraksi. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk waspada dan mengenali tanda-tanda phishing.

Apa Itu Phishing dan Mengapa Itu Berbahaya?

Phishing merupakan teknik yang digunakan oleh penjahat siber untuk mendapatkan informasi sensitif, seperti kata sandi dan nomor kartu kredit. Mereka sering kali menyamar sebagai entitas yang dapat dipercaya, misalnya bank atau layanan populer.

Dampak dari phishing bisa sangat merusak, bukan hanya dari segi keuangan tetapi juga bisa menyebabkan kebocoran data pribadi. Kebocoran ini, jika tidak ditangani, dapat berlanjut menjadi penipuan lebih lanjut atau bahkan pencurian identitas.

Saat ini, tingkat kepercayaan pengguna terhadap aplikasi dan media sosial sangat tinggi, yang justru dimanfaatkan oleh penjahat. Banyak individu dengan mudahnya mengklik tautan atau memberikan data pribadi tanpa menyadari risikonya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Tanda-Tanda Phishing yang Perlu Dikenali

Salah satu indikator umum dari phishing adalah email atau pesan yang mengandung kesalahan dalam tata bahasa atau penulisan. Jika pesan terlihat tidak profesional dengan banyak typo, sebaiknya tidak langsung ditanggapi.

Perhatikan juga tautan yang disertakan dalam pesan. Penjahat sering menggunakan URL yang mirip dengan situs resmi tetapi memiliki modifikasi kecil. Pastikan untuk memeriksa bahwa tautan tersebut mengarah ke domain resmi jika pesan berasal dari bank.

Banyak aplikasi chat menjadi target serangan phishing, di mana penjahat mengirim tawaran yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jika tawaran tampak terlalu menggiurkan, besar kemungkinan itu adalah jebakan.

Langkah-Langkah Melindungi Diri dari Phishing

Pertama, selalu gunakan otentikasi dua faktor saat mengakses akun penting. Ini akan memberikan lapisan keamanan tambahan yang sangat diperlukan.

Selanjutnya, jangan pernah memberikan informasi pribadi melalui media sosial atau aplikasi chat. Jika diminta informasi sensitif, lebih baik hubungi perusahaan atau institusi terkait melalui saluran resmi mereka.

Terakhir, penting untuk terus memperbarui pengetahuan mengenai modus-modus baru dalam penipuan phishing. Menjadikan pengetahuan sebagai senjata utama untuk melindungi diri adalah langkah yang bijak.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU