Emil Audero Mulyadi, kiper Cremonese, mengalami cedera serius setelah menjadi korban ledakan flare yang dilemparkan oleh suporter Inter Milan saat pertandingan di Stadion Giovanni Zini pada 1 Februari 2026.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Dalam peristiwa yang mengerikan ini, seorang suporter yang diduga terlibat dilaporkan kehilangan tiga jari dan akan segera ditangkap setelah mendapatkan perawatan medis.
Detail Insiden Pelemparan Flare
Pertandingan antara Cremonese dan Inter Milan diwarnai dengan insiden pelemparan flare dari tribun suporter Inter Milan pada awal babak kedua.
Ledakan flare tersebut terjadi tepat di kotak penalti Cremonese, menciptakan kepulan asap putih yang membingungkan dan mengejutkan pemain di lapangan, termasuk Emil Audero.
Akibat ledakan tersebut, Emil Audero terjatuh ke tanah dan pertandingan terpaksa dihentikan sejenak agar situasi dapat ditangani dengan tepat.
Tim medis segera melakukan pertolongan pertama, dikenal dengan adanya lukanya yang robek di paha kanan dan adanya gangguan pada telinganya akibat suara ledakan yang keras.
Respon Emil Audero dan Tim Medis
Meskipun mengalami cedera, Emil Audero menunjukkan semangat yang luar biasa dengan memilih untuk melanjutkan pertandingan setelah menerima perawatan awal.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Tindakan ini memperlihatkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi dari kiper yang juga merupakan bagian dari Timnas Indonesia, meskipun menghadapi situasi yang berbahaya.
Sumber yang dekat dengan klub menyatakan bahwa kondisi Emil saat ini dalam keadaan stabil, dan dia akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak adanya cedera serius lainnya.
Walaupun tim medis sempat mempertimbangkan untuk menariknya keluar, Emil bersikeras untuk tetap bermain demi kepentingan tim.
Dampak Hukum dan Tindakan Selanjutnya
Menurut laporan dari media Italia, La Gazzetta dello Sport, pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi pelaku pelemparan flare dan menyatakan bahwa ia akan segera ditangkap.
Tersangka tersebut, yang merupakan bagian dari kelompok suporter Inter Milan, juga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan setelah kehilangan tiga jari akibat ledakan.
Insiden ini membawa dampak lebih jauh, tidak hanya pada individu yang terlibat tetapi juga kepada klub Inter Milan yang akan menghadapi konsekuensi administratif, termasuk kemungkinan denda dan pembatasan jumlah suporter di masa mendatang.
Rencana penutupan sebagian tribun di Stadion Giuseppe Meazza diperkirakan akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: