Invasi militer Rusia ke Ukraina telah mengakibatkan hampir dua juta korban, mencakup mereka yang tewas, terluka, dan hilang dari kedua belah pihak.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Laporan terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menggambarkan dampak semakin meluas dari konflik yang berlanjut selama lebih dari empat tahun ini.
Korban Militer Di Tangan Rusia dan Ukraina
Laporan CSIS menunjukkan bahwa Rusia menghadapi kerugian terbesar, dengan sekitar 325.000 tentara tewas dari total 1,2 juta korban militer sejak Februari 2022.
Dalam laporan tersebut, CSIS mencatat, "Tidak ada kekuatan besar yang memikul jumlah korban atau kematian sebanyak ini dalam perang apa pun sejak Perang Dunia II."
Sementara itu, militer Ukraina juga mengalami kerugian signifikan, dengan estimasi antara 500.000 hingga 600.000 korban, di mana antara 100.000 hingga 140.000 di antaranya diperkirakan tewas.
Data yang dikeluarkan pada akhir Desember 2025 menegaskan seberapa parah dampak perang ini terhadap pasukan Ukraina.
Perkiraan Lainnya dan Sumber Resmi
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan pada Februari 2025 bahwa hampir 46.000 tentara Ukraina telah kehilangan nyawa sejak konflik dimulai.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Akan tetapi, analis memperingatkan bahwa angka tersebut bisa jadi jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka sebenarnya yang terjadi di lapangan.
Zelensky juga mengindikasikan bahwa banyak tentara lainnya hilang atau ditangkap, menjadikan situasi semakin kompleks.
Media Rusia seperti BBC dan Mediazona melaporkan lebih dari 163.000 tentara Rusia yang tewas, walaupun ada kesepakatan bahwa jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi.
Dampak Besar Terhadap Warga Sipil
Konflik berkepanjangan ini tidak hanya mengakibatkan banyaknya korban di kalangan tentara, tetapi juga memberikan dampak berat terhadap warga sipil di Ukraina.
Data dari pemantau PBB menunjukkan peningkatan jumlah kematian warga sipil pada tahun 2025, dengan lebih dari 2.500 korban tewas dan lebih dari 12.000 terluka.
Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk HAM juga mencatat bahwa hampir 15.000 kematian warga sipil telah diverifikasi sejak 2022, dengan estimasi jumlah total yang jauh lebih tinggi.
Kondisi perang yang terus berlangsung ini mengakibatkan ketidakpastian yang mendalam bagi masyarakat sipil, membuat mereka terjebak dalam situasi yang semakin berbahaya.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: