Senin, 26 JANUARI 2026 • 15:05 WIB

Kekhawatiran Wabah Virus Nipah Meningkat Di India, Ratusan Orang Kena Karantina

Author

Kekhawatiran Wabah Virus Nipah Meningkat Di India, Ratusan Orang Kena Karantina

Wabah virus Nipah mulai mengancam kesehatan masyarakat di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, setelah lima kasus resmi terkonfirmasi. Hingga saat ini, sekitar 100 individu telah menjalani karantina di rumah masing-masing untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Sebagai respons, pemerintah India telah mengirim tim khusus untuk memantau situasi dan memastikan langkah-langkah pencegahan dilakukan dengan ketat. Situasi ini menjadi perhatian utama mengingat tingkat fatalitas virus yang sangat tinggi.

Kondisi Pasien dan Sumber Infeksi

Pasien yang terinfeksi virus Nipah sebagian besar dirawat di rumah sakit di sekitar ibu kota Kolkata. Di antara mereka, ada satu pasien yang dalam kondisi kritis, termasuk dua tenaga perawat dan satu dokter yang juga terinfeksi.

Sumber infeksi diduga berasal dari pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit swasta dekat Kolkata. Interaksi antara individu yang terinfeksi tercatat terjadi antara 28 hingga 30 Desember, dengan gejala pertama kali muncul pada rentang waktu 31 Desember hingga 2 Januari.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan

Langkah-Langkah Penanganan Dari Otoritas Kesehatan

Otoritas kesehatan di India menekankan pentingnya memperkuat pelacakan kontak dan menerapkan langkah-langkah karantina yang ketat. Ketaatan terhadap pedoman karantina menjadi prioritas utama untuk melindungi tenaga medis yang merawat pasien.

Seorang pejabat dari Kementerian Kesehatan India menegaskan, 'Mengingat seriusnya infeksi virus Nipah, situasi ini ditangani dengan prioritas utama.' Penegakan penggunaan masker dan pengawasan ketat terhadap semua kasus juga menjadi bagian dari langkah antisipasi.

Karakteristik dan Bahaya Virus Nipah

Virus Nipah merupakan patogen berisiko tinggi yang diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Tingkat kematian akibat infeksi virus ini bisa berkisar antara 40 hingga 75%, tergantung pada jenis strain yang menyerang.

Virus ini tidak memiliki vaksin atau pengobatan yang disetujui, membuatnya semakin berbahaya. Gejala awal sering kali mirip dengan flu, sehingga infeksi bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti ensefalitis.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU