Minggu, 25 JANUARI 2026 • 14:07 WIB

Pengaruh Ahmad Ali dalam Pergeseran Kader NasDem ke PSI

Author

Pengaruh Ahmad Ali dalam Pergeseran Kader NasDem ke PSI

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengungkapkan bahwa banyak kader NasDem memilih bergabung dengan PSI berkat sosok Ahmad Ali.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Ahmad Ali, yang dipandang sebagai tokoh senior, dianggap mampu menarik minat anggota baru untuk masuk ke partai tersebut.

Peran Ahmad Ali dalam Menarik Kader

Bestari Barus menekankan bahwa Ahmad Ali memiliki pengaruh signifikan di partai. Ia menyatakan, "Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritas lah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu."

Keberadaan Ahmad Ali sebagai Ketua Harian PSI diyakini memberikan rasa nyaman bagi kader yang ingin bergabung. "Saya tidak mengatakan hanya NasDem, tapi banyak pihak… mungkin kalau bergabung melihat adanya kenyamanan ke depan gitu bersama dengan Pak Ahmad Ali," tambahnya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Alasan Lain Kader Bergabung dengan PSI

Selain pengaruh Ahmad Ali, Bestari juga menyoroti ketokohan Joko Widodo sebagai faktor penting. "Dan mudah-mudahan kami berharap ya kalau dikaitkan juga dengan Rusdi Masse… banyak yang memilih PSI," ungkap Bestari.

Ia mengharapkan agar semakin banyak tokoh dari partai lain akan mengikuti jejak tersebut. "Harapan kami. Kalau sekelas Rusdi Masse saja nanti pindah, nanti pindah ya, nanti pindah… dari banyak partai," jelasnya.

Proses Bergabungnya Kader ke PSI

Bestari Barus menyadari bahwa keputusan setiap kader untuk bergabung merupakan hak individu yang tidak dapat diintervensi. Ia menegaskan, "Kan saya sudah pernah sebutkan ya bahwa bergabung, tidak bergabung, berpindah dari satu partai politik itu murni adalah hak privat."

Ia juga menekankan pentingnya legitimasi politik bagi calon kader yang ingin berpartisipasi. "Selama dua kongres, saya tidak pernah ada di dalam kepengurusan sehingga saya mencari legitimasi atas hasrat politik saya yang masih tinggi," imbuh Bestari.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU