Waktu memiliki dampak signifikan terhadap bagaimana ingatan seseorang terbentuk dan dikuatkan. Penantian yang lebih lama sering kali berujung pada ingatan yang lebih kaya dengan detail.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Dalam perjalanan waktu, kenangan bisa terdistorsi atau mengalami penguatan, menjadikannya sebuah topik yang patut untuk ditelusuri lebih dalam.
Peran Waktu dalam Memori
Pengulangan menjadi salah satu cara di mana waktu memperkuat kenangan. Semakin sering kita mendiskusikan atau mengenang suatu pengalaman, semakin mendalam ingatan tersebut tertanam.
Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa waktu dapat menyebabkan memudarnya detail tertentu dari kenangan. Kenangan yang jarang diingat cenderung menjadi lebih samar seiring berjalannya waktu.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Psikologi di Balik Pengingatan
Beberapa ahli berpendapat bahwa ingatan bekerja seperti sistem arsip. Setiap kali kita mengingat sebuah peristiwa, sebenarnya kita mengubah detailnya—proses ini sangat dipengaruhi oleh waktu.
Contohnya, tingkat stres pada momen tertentu dapat memengaruhi bagaimana otak merekam peristiwa tersebut. Ketika kita merefleksikan masa lalu, emosi yang kita alami saat ini juga berperan dalam pengolahan ingatan.
Contoh Sehari-hari
Di kehidupan sehari-hari, pengaruh waktu terhadap ingatan dapat terlihat pada perayaan seperti ulang tahun atau pernikahan. Detail-detail dari acara tersebut sering kali diingat secara kolektif oleh para peserta.
Dalam konteks perjalanan, kenangan dapat memudar seiring dengan waktu. Namun, melihat foto lama atau mendengarkan lagu tertentu bisa menghidupkan kembali kenangan tersebut seolah baru saja terjadi.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: