Jumat, 23 JANUARI 2026 • 17:44 WIB

Pujian Donald Trump untuk Prabowo Subianto dalam Komitmen Perdamaian Global

Author

Pujian Donald Trump untuk Prabowo Subianto dalam Komitmen Perdamaian Global

Pada 22 Januari 2026, di Davos, Swiss, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pujian kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai 'pria tangguh'. Momen ini berlangsung saat penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian dalam Forum Ekonomi Dunia Annual Meeting.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Melalui acara ini, Indonesia secara resmi bergabung dalam inisiatif perdamaian global yang diperkenalkan oleh Trump. Pujian Trump kepada Prabowo menjadi simbol harapan untuk kemitraan yang lebih kuat dalam upaya mencapai perdamaian di kawasan konflik.

Peresmian Dewan Perdamaian

Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam upaya perdamaian yang diluncurkan oleh Trump. Video yang diunggah oleh DW menunjukkan suasana hangat saat Trump, Prabowo, dan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, berdialog.

Dalam acara tersebut, Trump mengungkapkan, 'Mereka berdua adalah pria yang tangguh,' sambil memberikan penghormatan kepada keduanya. Respons Prabowo yang justru tersenyum menunjukkan sikap rendah hati dan kesederhanaan dalam menerima pujian tersebut.

Trump kemudian menepuk pundak Prabowo, memperlihatkan dukungannya terhadap kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Presiden Indonesia. Tindakan ini menegaskan hubungan yang lebih erat antara AS dan Indonesia sekaligus memberikan dosis keyakinan terhadap dampak positif yang bisa dihasilkan dari kerjasama ini.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Komitmen Indonesia di Dewan Perdamaian

Dengan penandatanganan yang dilakukan di hadapan Trump, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian. Ia mengatakan, 'Ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza.'

Prabowo juga memberi penekanan pada dampak positif dari bantuan kemanusiaan yang telah mengalir ke Gaza, dengan menambahkan, 'penderitaan rakyat di Gaza sudah berkurang, sangat berkurang.' Pirmana ini menunjukkan bahwa meski tantangan tetap ada, langkah-langkah konkret telah diambil untuk membantu masyarakat yang terkena dampak.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tidak memerlukan biaya, yang menunjukkan bahwa partisipasi ini bersifat sukarela. Hal ini menciptakan ruang bagi negara lain untuk menyaksikan efek positif tanpa tekanan biaya yang berat.

Dukungan PBB dan Rencana Jangka Panjang

Dewan Perdamaian merupakan bagian dari fase kedua rencana gencatan senjata di Gaza, yang didukung oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada November 2025. Inisiatif ini mencakup pengawasan demiliterisasi dan rekonstruksi Jalur Gaza sebagai langkah menuju stabilitas jangka panjang.

Dokumen piagam menjelaskan bahwa Dewan Perdamaian bertujuan untuk mendorong stabilitas, perdamaian, dan tata kelola yang baik di wilayah yang rawan konflik. Rencana ini penting dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap upaya diplomatik untuk penyelesaian sengketa.

Dengan Trump ditunjuk sebagai ketua dewan tanpa batas waktu, harapan untuk kelanjutan komitmen dalam inisiatif ini berlanjut bahkan setelah masa jabatannya sebagai Presiden AS berakhir. Ini menunjukkan keinginan kuat untuk menjamin keberhasilan proyek perdamaian yang berkelanjutan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU