Kamis, 22 JANUARI 2026 • 14:23 WIB

Momentum Haru dalam Persemayaman Deden Maulana di Jakarta

Author

Momentum Haru dalam Persemayaman Deden Maulana di Jakarta

Upacara persemayaman jenazah Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, berlangsung di Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Jakarta Selatan pada Kamis (22/1/2026). Suasana duka menyelubungi acara tersebut, terutama saat istri almarhum, Vera, terlihat tak kuasa menahan tangis.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam prosesi yang dipenuhi emosi, pembacaan riwayat hidup almarhum menggugah peraasaan hadirin, di mana Vera menunjukkan kesedihan yang mendalam saat nama Deden disebutkan.

Suasana Duka di Upacara Persemayaman

Prosesi persemayaman ini dimulai dengan pembacaan riwayat hidup almarhum, di mana Vera terlihat sangat emosional saat nama Deden disebutkan. Dengan baju panjang hitam putih dan kerudung cokelat, kegundahan hatinya terlihat jelas saat menantikan momen itu.

Sang ibu berusaha menenangkan Vera dengan pelukan lembut dan menggenggam tangannya erat. Para kerabat memberi dukungan moral, berusaha menguatkan Vera untuk tegar dalam menghadapi kehilangan yang mendalam.

Lingkungan sekitar dipenuhi air mata dan pengharapan, menciptakan suasana haru yang tak akan terlupakan. Kesedihan kolektif ini menjadi saksi atas cinta dan kasih sayang yang terjalin erat dalam keluarga.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Pemberian Pangkat Anumerta dan Ungkapan Terima Kasih

Saat pembacaan pangkat anumerta kepada Deden, emosi Vera semakin mencuat ke permukaan. Ia terlihat menyandarkan kepala di sandaran kursi, menandakan dampak emosional yang mendalam dari momen tersebut.

Adik Deden juga memberikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi, menyampaikan rasa syukur bahwa jenazah almarhum dapat dievakuasi dengan cepat. 'Kami menyadari tidak mudah mengevakuasi korban. Alhamdulillah kakak kami bisa dievakuasi dengan cepat,' tuturnya.

Ucapan terima kasih tersebut mencerminkan harapan dan rasa syukur keluarga, meskipun dalam situasi duka. Hal ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan tanggung jawab sosial yang muncul saat menghadapi kejadian tidak terduga.

Prosesi Akhir dan Perjalanan Menuju Garut

Tangis Vera pecah lagi ketika anaknya dipersilakan maju untuk membacakan Surah Al Insyirah. Momen ini membuat suasana semakin haru, menggugah rasa empati di hati semua yang hadir, mengingat kehilangan yang dialami oleh keluarga.

Setelah prosesi persemayaman selesai, jenazah Deden Maulana dijadwalkan untuk diberangkatkan menuju kampung halamannya di Garut, Jawa Barat. Proses pengangkutan dilakukan dengan penuh respect dan kehormatan.

Perjalanan menuju Garut bukan hanya sebagai bagian dari prosesi pemakaman, tetapi juga sebagai penutup bagi kisah hidup seorang almarhum yang menjadi teladan bagi banyak orang.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU