Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima sambutan khas saat berkunjung ke Kantor Perdana Menteri Inggris, Downing Street, yang diwakili oleh Larry the Cat. Interaksi yang unik ini menambah warna tersendiri dalam pertemuan resmi tersebut.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Keberadaan Larry, yang dikenal sebagai kucing resmi di Downing Street, menciptakan suasana yang lebih santai dan menarik saat Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Kedatangan Prabowo di Downing Street
Prabowo Subianto tiba di Downing Street pada Selasa, 20 Januari 2026, untuk bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Di gerbang, Larry the Cat sudah menunggu dan menyambutnya dengan penuh kehangatan.
Sambutan dari Larry menambah suasana akrab dalam pertemuan yang terbilang formal ini. Keduanya terlihat berbincang sementara Larry berjalan-jalan di sekitar, menambah kesan santai di tengah diskusi penting.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Sejarah Pertemuan Prabowo dan Larry
Pertemuan Prabowo dengan Larry bukanlah yang pertama, melainkan yang kedua setelah kunjungan sebelumnya pada November 2024. Saat itu, Larry juga menyita perhatian dengan sikap bersahabatnya, saat Prabowo asyik mengelusnya.
Momen ini kembali diunggah oleh Prabowo di akun Instagramnya, menyertakan keterangan, 'Meeting Larry the cat at 10 Downing Street. London, United Kingdom.'
Tentang Larry the Cat
Larry adalah kucing domestik yang diadopsi pada tahun 2011 dan kini berperan sebagai kepala pemburu tikus di Downing Street. Keberadaannya telah menjadi simbol yang menghibur di tengah dinamika politik Inggris.
Meskipun banyak pergantian pemimpin di Inggris, Larry tetap setia sebagai penghuni tetap di Kantor Perdana Menteri, serta menjadi daya tarik tersendiri di saat-saat penting.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: