Rabu, 21 JANUARI 2026 • 18:46 WIB

Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Di Gunung Bulusaraung Menggunakan Anjing Pelacak

Author

Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Di Gunung Bulusaraung Menggunakan Anjing Pelacak

Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan mengerahkan anjing pelacak jenis Dutch Shepherd untuk membantu pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang hilang di Gunung Bulusaraung, Pangkep.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Langkah ini diambil setelah adanya laporan tentang hilangnya pesawat tersebut, dengan harapan dapat mempercepat proses pencarian korban.

Upaya Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500

Pada Selasa, 20 Januari 2026, Direktorat Samapta Polda Sulsel mengerahkan anjing pelacak untuk membantu pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang. Kepala Unit (Kanit) Polsatwa Ditsamapta Polda Sulsel, Iptu Samuel Ary, menjelaskan bahwa keberadaan anjing tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencarian di lokasi yang sulit.

Samuel menjelaskan, “Iya, kami datang ke sini untuk ikut membantu proses pencarian korban pesawat ATR 42-500,” saat ditemui di posko AJU Tompo Bulu, Pangkep. Penempatan anjing pelacak di lokasi pencarian merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat mempercepat penemuan para korban.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Fitur Unggulan Anjing Pelacak K-9

Anjing pelacak yang dikerahkan adalah jenis Dutch Shepherd berusia 4 tahun, yang memiliki pengalaman dalam penanganan bencana sebelumnya. “Anjing ini dari Belanda, umurnya 4 tahun. Sebelumnya juga pernah kami turunkan saat bencana longsor di Toraja,” ungkap Samuel.

Direktorat Samapta Polda Sulsel memiliki sekitar tujuh ekor anjing K-9, namun hanya satu yang dikerahkan untuk pencarian saat ini. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca di daerah pegunungan yang tidak mendukung kegiatan pencarian yang lebih luas.

Kondisi Cuaca dan Rencana Pencarian Selanjutnya

Kepala unit menyatakan bahwa keputusan untuk hanya membawa satu ekor anjing didasarkan pada analisis kondisi cuaca yang kurang optimal. “Sementara ini, kita bawa satu ekor dulu, mengingat cuaca masih kurang mendukung. Nanti kalau cuaca sudah mulai membaik, kita akan kerahkan lagi,” tutup Samuel.

Tim pencarian tetap optimis bahwa cuaca akan segera membaik, sehingga lebih banyak sumber daya dapat dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian korban pesawat yang hilang. Diharapkan dengan perbaikan cuaca, kemampuan anjing pelacak dapat dimanfaatkan lebih maksimal.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU