Senin, 19 JANUARI 2026 • 17:53 WIB

Kemunculan Harimau Sumatera di Riau Menimbulkan Keresahan Warga

Author

Kemunculan Harimau Sumatera di Riau Menimbulkan Keresahan Warga

Sebuah video yang memperlihatkan kemunculan seekor harimau sumatera di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi viral di media sosial pada Senin (19/1/2026). Dalam video tersebut, harimau berukuran kecil terlihat berada di dalam hutan tanaman industri yang dekat dengan pemukiman warga.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Pengunggah video tersebut mengungkapkan kekhawatiran karena harimau telah berada di lokasi selama sekitar satu bulan, hanya berjarak 200 meter dari rumah penduduk dan di jalur yang sering dilalui anak-anak untuk pergi ke sekolah.

Detail Kemunculan Harimau Sumatera

Video yang diunggah oleh akun TikTok @putra mm menunjukkan seekor harimau berada di hutan tanaman industri, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penduduk sekitar. Pengunggah video menekankan pentingnya tindakan cepat dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk menangkap harimau tersebut.

Lokasi kemunculan yang berjarak hanya 200 meter dari pemukiman warga menambah tingkat kekhawatiran, terutama karena jalur tersebut merupakan rute harian anak-anak menuju sekolah. Hal ini menimbulkan potensi risiko keselamatan yang serius bagi mereka.

Masyarakat di sekitar lokasi merasa perlu untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang agar tidak terjadi insiden yang merugikan. Kesadaran dan kepedulian warga menjadi kunci dalam menjaga keamanan di lingkungan tersebut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Respon Pihak BBKSDA Riau

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan mengenai kemunculan harimau tersebut. 'Sudah (dapat laporan). Sedang dicek teman-teman,' ungkap Supartono kepada Kompas.com pada hari yang sama.

Peninjauan lokasi dilakukan untuk menilai keadaan lebih lanjut dan mencegah risiko yang mungkin timbul akibat kehadiran harimau di dekat pemukiman. Supartono menegaskan, tim BBKSDA nantinya akan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk menjamin keamanan warga.

Tim konservasi tersebut berupaya untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan spesies langka seperti harimau sumatera dan keselamatan manusia. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar.

Kejadian Serupa Sebelumnya

Sebelumnya, seekor harimau sumatera juga diketahui terlihat di Kabupaten Siak pada Jumat (16/1/2026). Jejak harimau ditemukan di dua titik berbeda dengan ukuran jejak sekitar 12 sentimeter, menandakan keberadaan satwa tersebut di daerah pemukiman.

Identifikasi awal menunjukkan bahwa harimau tersebut berjenis kelamin jantan dan telah mencapai usia dewasa. Kejadian ini menunjukkan bahwa kemunculan harimau bukanlah hal baru di Riau, dan perlu perhatian lebih dari pihak berwenang.

Dengan semakin seringnya kemunculan harimau di kawasan pemukiman, penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara menghindari konflik dengan satwa liar dan melakukan konservasi habitat yang lebih baik.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU