Penemuan Tragis: Pendaki Syafiq Ridhan Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian
Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki berusia 18 tahun yang hilang di Gunung Slamet, ditemukan tewas setelah usaha pencarian yang berlangsung selama 17 hari.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Berdasarkan pernyataan pihak terkait, Syafiq diduga meninggal sekitar empat hingga lima hari sebelum jasadnya ditemukan.
Proses Pencarian yang Menantang
Pencarian terhadap Syafiq dimulai setelah dinyatakan hilang pada 5 Januari 2026. Sebuah tim pencarian terdiri dari berbagai organisasi dan relawan berupaya mencari di daerah sekitar Gunung Slamet.
Selama proses pencarian, tim menghadapi berbagai kendala seperti cuaca yang tidak menentu dan medan yang sulit dijangkau. Banyak kali pencarian terpaksa dihentikan karena kondisi cuaca yang buruk, termasuk badai di area gunung tersebut.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dugaan Penyebab Kematian
Syafiq ditemukan di dekat tebing kawah, dan meskipun sudah beberapa hari berlalu, kondisi tubuhnya masih dalam keadaan baik. Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, menjelaskan, "Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari."
Dugaan penyebab kematian Syafiq mencakup kemungkinan hipotermia. Hal ini diperkuat dengan penemuan pakaian korban yang tidak lengkap, di mana ia sempat melepaskan beberapa perlengkapan pendakian seperti celana dan sepatu.
Barang Bukti Ditemukan di Lokasi Penemuan
Berbagai barang yang ditemukan di lokasi penemuan Syafiq menunjukkan tanda-tanda bahwa ia mengalami kesulitan. "Di sekitar situ juga ada ceceran barang, seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya," ungkap Affandi.
Penemuan ini juga menandakan kondisi darurat yang dihadapi oleh Syafiq sebelum ia meninggal. Situasi ini memicu petugas SAR untuk terus menekankan pentingnya keselamatan dalam kegiatan pendakian.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: