Pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, telah dilakukan oleh Gubernur Pramono Anung dengan dukungan dari berbagai pihak.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, menyatakan kebanggaannya atas langkah ini, yang diharapkan dapat menghilangkan pemandangan mengganggu bagi para pengguna jalan.
Pentingnya Pembongkaran Tiang Monorel
Pembongkaran tiang monorel yang berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026, menjadi momen penting bagi penataan ruang di sekitar kawasan Kuningan. Sutiyoso, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari 1997 hingga 2007, menilai langkah ini krusial untuk meningkatkan pemandangan di area tersebut.
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan, "Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan kalau saya lewat sini nggak sakit mata lagi saya," yang mencerminkan harapan warga Jakarta terhadap penataan yang lebih baik. Kegiatan pembongkaran ini diharapkan dapat mengurangi beban visual yang mengganggu masyarakat sekitar.
Langkah ini juga menggambarkan komitmen pemerintah dalam menanggapi aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan selesainya pembongkaran, diharapkan kondisi lingkungan dalam jangka panjang akan lebih baik.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Refleksi Masa Lalu Proyek Monorel
Meski merasa bangga, Sutiyoso juga tidak bisa menghindari rasa sedih terhadap nasib proyek yang pernah ia inisiasi. Ia menyatakan, "Saya terus berpikir gini, aduh, ya sedih aja ya. Aku yang mulai proyeknya, tapi akhirnya jadi begini."
Pernyataan ini mencerminkan penyesalannya atas kerumitan yang mengakibatkan proyek tertunda bertahun-tahun. Tiang-tiang monorel yang dibongkar menjadi simbol ketidakpastian dan frustrasi di bidang transportasi publik Jakarta.
Proyek ini telah menghabiskan sumber daya yang besar namun tidak memberikan manfaat sesuai harapan. Sebagai mantan Gubernur, Sutiyoso merasa bertanggung jawab atas situasi tersebut dan harapannya untuk perbaikan kedepannya.
Apresiasi Terhadap Pihak Terkait
Sutiyoso juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung pembongkaran tiang monorel. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga terkait seperti Kejaksaan Tinggi dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Saya terima kasih juga pada pendamping-pendamping gubernur, Pak Wagub, Pak Kajati, juga KPK yang sudah mendukung, ini berarti tidak ada masalah lagi ya," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kerjasama antarlembaga sangat penting untuk keberhasilan proyek ini.
Keberhasilan dalam pembongkaran tiang monorel adalah langkah awal dalam pembenahan yang lebih luas di berbagai sektor infrastruktur publik. Diharapkan, sinergi ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan kota Jakarta.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: