TNI Angkatan Darat mengumumkan selesainya pembangunan 17 jembatan bailey di Sumatera Utara pada akhir November 2025.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Proyek ini merupakan langkah penting dalam memulihkan infrastruktur pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Rincian Pembangunan Jembatan
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan target keseluruhan pembangunan jembatan bailey adalah 40 unit, dengan 13 jembatan aramco yang telah selesai.
Proyek ini direncanakan secara matang untuk memastikan struktur yang kokoh, serta mampu menopang kendaraan berat.
Jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilisasi warga, distribusi logistik, serta mendukung berbagai bentuk bantuan kemanusiaan.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Peninjauan dan Alat Berat
Pada tanggal 9 Januari, KSAD melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan jembatan di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam upaya mempercepat pemulihan, TNI AD telah menyiapkan 35 unit alat berat, termasuk 10 dump truck, di area yang terdampak banjir.
Jenderal Maruli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat untuk memastikan keberhasilan pembangunan.
Komitmen Pemulihan Berkelanjutan
Jenderal Maruli menyampaikan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan rehabilitasi pascabencana di wilayah tersebut.
Fokus program pemulihan tidak hanya pada pembangunan jembatan, tetapi juga mencakup penyediaan perumahan dan sarana dasar, termasuk air bersih di sekolah.
Inisiatif ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan wilayah pascabencana.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: