Pengadilan Agama Kota Bandung telah memutuskan untuk mengabulkan permohonan cerai yang diajukan oleh Atalia Praratya terhadap suaminya, Ridwan Kamil, pada Rabu (7/1) pekan lalu.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Kedua belah pihak telah sepakat untuk tidak mengajukan banding dalam jangka waktu 14 hari setelah putusan tersebut.
Detail Hak Asuh Anak
Dalam putusan tersebut, kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa, mengungkapkan bahwa hak asuh anak kandung mereka, Camillia Azzahra, resmi diberikan kepada Atalia.
Anak angkat mereka, Arkana Aidan Misbach, akan diasuh bersama tanpa adanya keputusan resmi mengenai hak asuh, sebagai bagian dari pengaturan yang disepakati.
Debi menambahkan, "Kalau berdasarkan putusan, di dalam gugatan itu hanya ada anak kandung," yang menegaskan pentingnya pemisahan dalam pengasuhan kedua anak tersebut.
Teknik pengasuhan Arkana diharapkan dapat disepakati bersama oleh kedua orang tua demi kepentingan terbaik bagi anak.
Awal Mula Perselisihan
Perselisihan antara Atalia dan Ridwan Kamil dimulai pada Juni 2025, ketika ketidakcocokan dalam rumah tangga menjadi semakin terlihat.
Dalam dokumen putusan, dijelaskan, "Keharmonisan rumah tangga hanya berlangsung hingga Juni 2025," yang menggambarkan tandanya pergeseran dalam hubungan mereka.
Sejak saat itu, ketegangan domestik berlanjut, menyebabkan mereka terpisah tempat tinggal dan menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi semua anggota keluarga.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Pihak penggugat menekankan bahwa konflik yang terus-menerus mengganggu stabilitas psikologis keluarga secara keseluruhan.
Proses Talak dan Gugatan Cerai
Majelis hakim mencatat bahwa Ridwan Kamil telah menjatuhkan talak satu kepada Atalia pada September 2025, yang menjadi salah satu langkah penting dalam proses perceraian.
Upaya mediasi yang dilakukan melalui keluarga tidak membuahkan hasil, sehingga gugatan cerai dilanjutkan atau tidak terhindarkan.
Hakim menyatakan, "Pada September 2025, Tergugat telah menjatuhkan talak satu secara lisan dan tertulis," yang menunjukkan adanya langkah konkret menuju pemisahan.
Berdasarkan fakta ini, hakim memutuskan hubungan antara Atalia dan Ridwan Kamil sudah tidak bisa dilanjutkan.
Pernyataan Resmi Pasca-Perceraian
Setelah adanya putusan perceraian, Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf atas kondisi rumah tangga mereka dan menegaskan bahwa keputusan diambil tanpa konflik terbuka.
Ia menyatakan, "Kami berdua sepakat bahwa berpisah secara baik-baik adalah jalan terbaik," yang menunjukkan sikap kooperatif meski dalam keadaan sulit.
Atalia juga menegaskan bahwa perceraian ini adalah hasil dari masalah internal dan tidak melibatkan pihak ketiga.
Debi menegaskan, "Perceraian ini resmi merupakan permasalahan internal keluarga," dan berharap agar rumor negatif yang beredar dapat dihentikan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: