Rabu, 07 JANUARI 2026 • 14:00 WIB

Prabowo Menanggapi Tuduhan Diktator dan Ketimpangan Ekonomi Indonesia

Author

Prabowo Menanggapi Tuduhan Diktator dan Ketimpangan Ekonomi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengklarifikasi tuduhan yang menyebut dirinya ingin menjadi diktator dan melakukan kudeta. Pernyataan tersebut disampaikan di acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan yang berlangsung di Karawang, Jawa Barat.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Ia juga mengungkapkan keheranannya terhadap ketimpangan ekonomi di Indonesia, meskipun negara ini dikaruniai sumber daya alam yang melimpah.

Tanggapan Terhadap Tuduhan Diktator

Pada Rabu, 7 Januari 2026, di hadapan para hadirin, Prabowo menegaskan, "Saya dituduh mau jadi diktator, saya dituduh mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta," sambil kembali meneguhkan komitmennya menjaga Indonesia sejak belia.

Dia juga mengungkapkan bahwa tuduhan tersebut tidak mencerminkan dedikasi dan pengabdiannya kepada negara, yang telah dimulai sejak masa dinasnya di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Prabowo menyatakan, "TNI adalah tentara rakyat, TNI lahir dari rakyat."

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Keprihatinan Terhadap Ketimpangan Ekonomi

Prabowo mengungkapkan kepeduliannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Ia menyatakan, "Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia."

Pernyataan ini berakar dari kenyataan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor pangan, tanpa memaksimalkan potensi alam yang tersedia. Prabowo menambahkan, "Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya."

Peran Rakyat dan Petani di Era Kemerdekaan

Prabowo menekankan pentingnya peran rakyat Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. "Siapa yang biayai pejuang-pejuang, siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat Indonesia," jelasnya.

Dia pun mengingatkan bahwa petani adalah pahlawan yang memberi dukungan logistik kepada para pejuang. "Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani kita, saudara-saudara sekalian," tambahnya.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU