Imposter syndrome adalah perasaan tidak layak yang sering dialami oleh banyak orang dalam mencapai kesuksesan. Sekitar 70% orang akan merasakan hal ini setidaknya sekali seumur hidup, meski mereka telah terbukti berprestasi.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Fenomena ini memengaruhi individu di berbagai bidang, membuat mereka ragu dengan kemampuan pribadi meskipun hasil kerja mereka menunjukkan sebaliknya. Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang penyebab dan cara menghadapi imposter syndrome.
Pengertian dan Ciri-Ciri Imposter Syndrome
Imposter syndrome adalah kondisi psikologis di mana seseorang meragukan kemampuan diri sendiri meskipun telah meraih prestasi. Mereka sering merasa bahwa pencapaian tersebut adalah hasil dari keberuntungan semata.
Ciri-ciri umumnya mencakup pandangan negatif terhadap keberhasilan, di mana individu merasa prestasi yang dicapai tidak sepenuhnya layak diterima. Rasa takut akan diekspos dan diperlihatkan sebagai 'penipu' juga menjadi salah satu tanda utama.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Penyebab Imposter Syndrome
Beberapa faktor dapat memicu munculnya imposter syndrome. Pertama, ekspektasi tinggi dari lingkungan sosial, seperti keluarga atau teman, dapat membuat individu merasa tertekan untuk selalu berprestasi.
Kedua, individu yang berasal dari latar belakang intelektual tinggi lebih rentan mengalami perasaan ini, terutama jika mereka berada dalam situasi kompetitif. Pengalaman masa kecil yang kurang dukungan emosional juga turut berperan dalam mengembangkan rasa percaya diri yang rendah.
Cara Mengatasi Imposter Syndrome
Mengatasi imposter syndrome memerlukan usaha dan dukungan. Salah satu cara yang efektif adalah berbagi pengalaman dengan orang lain, sehingga individu merasa valid dan tidak sendirian dalam perjuangan itu.
Membuat catatan prestasi dan mengenang kembali keberhasilan pribadi adalah langkah lain yang bisa meningkatkan kepercayaan diri, serta menantang pikiran negatif dengan fakta dan bukti nyata tentang kemampuan dan kelebihan diri.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: