Nyeri otot sering dialami oleh banyak orang, tetapi tidak semua nyeri memiliki penyebab yang sama. Memahami perbedaannya penting agar penanganannya tepat sasaran.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Nyeri otot biasa biasanya disebabkan oleh aktivitas berlebihan, sementara nyeri akibat cedera seringkali merupakan dampak dari trauma atau ketegangan yang berlebih. Mari kita gali lebih dalam kedua jenis nyeri ini.
Pengertian Nyeri Otot Biasa
Nyeri otot biasa muncul setelah aktivitas fisik yang berat, seperti berolahraga atau bekerja di rumah. Rasa sakit ini biasanya bersifat sementara dan dapat hilang dengan istirahat.
Asam laktat yang terakumulasi setelah latihan intens menjadi salah satu penyebab utama nyeri otot biasa. Gejala ini dapat mereda dalam beberapa hari mengingat perawatan sederhana seperti peregangan atau pemanasan.
Orang yang jarang berolahraga lebih rentan mengalami nyeri otot biasa karena otot mereka belum terbiasa dengan aktivitas yang lebih berat. Oleh karena itu, pemanasan sebelum dan pendinginan setelah berolahraga sangat disarankan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Nyeri Akibat Cedera
Berbeda dengan nyeri biasa, nyeri akibat cedera biasanya muncul setelah mengalami kecelakaan, terjatuh, atau gerakan yang tidak tepat. Rasa sakit ini cenderung tiba-tiba dan sering kali disertai dengan pembengkakan.
Nyeri akibat cedera sering kali lebih kompleks, bisa melibatkan kerusakan otot, ligamen, dan terkadang tulang. Contohnya, pada cedera otot robek, seseorang mungkin mengalami kesulitan untuk bergerak.
Penanganan medis menjadi sangat penting jika nyeri akibat cedera dirasakan sangat parah atau disertai gejala lain seperti kesemutan atau hilangnya fungsi. Pengobatan yang diperlukan bisa berkisar dari fisioterapi hingga pembedahan, tergantung tingkat keparahan.
Cara Membedakan Kedua Jenis Nyeri
Salah satu cara membedakan adalah melalui durasi dan karakter nyeri. Nyeri biasa umumnya akan mereda dengan sendirinya, sedangkan nyeri akibat cedera bisa bertahan lebih lama dan lebih tajam.
Kondisi fisik seseorang juga ikut berperan dalam jenis nyeri yang dialami. Riwayat cedera sebelumnya bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap nyeri akibat cedera.
Perhatikan pula aktivitas sebelum nyeri terasa. Jika nyeri bermula setelah gerakan tiba-tiba atau benturan, sangat mungkin itu adalah nyeri akibat cedera.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: