Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 16:38 WIB

Langkah Wali Kota Surabaya Menanggapi Kasus Pengusiran Nenek Elina

Author

Langkah Wali Kota Surabaya Menanggapi Kasus Pengusiran Nenek Elina

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil tindakan tegas terkait kasus dugaan pengusiran paksa Nenek Elina Widjajanti (80) di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kasus yang melibatkan sejumlah oknum organisasi masyarakat ini telah dilaporkan ke pihak kecamatan dan Polda Jawa Timur, serta akan dibentuk satgas antipreman untuk meningkatkan pengawasan.

Penanganan Kasus oleh Pihak Berwenang

Respon pemerintah dan masyarakat terlihat sejak berita mengenai pengusiran Nenek Elina menyebar. Eri Cahyadi menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani dengan serius, mengingat dugaan keterlibatan organisasi masyarakat.

"Kalau ada kegiatan yang kemarin viral terkait nenek yang dilakukan (pengusiran) oleh ormas maka di Surabaya ini akan kita bentuk satgas antipreman," ungkap Eri.

Pembentukan satgas tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat meresahkan warga. Eri menambahkannya, "Kejadian ini sudah ditangani Polda, dan insyaallah saya akan datang langsung ke Polda Jatim agar menjadi atensi."

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Pentingnya Persatuan di Masyarakat

Eri Cahyadi menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga, khususnya lansia, tidak dapat dibenarkan. Dia menyarankan bahwa penting bagi warga Surabaya untuk tidak terpecah belah.

Surabaya, menurutnya, adalah kota yang mengutamakan persatuan tanpa memandang latar belakang suku. "Kita ini warga Surabaya, mau suku apa pun semuanya ada di Surabaya. Surabaya tidak mengenal suku. Harus saling menjaga," tegas Eri.

Eri juga menambahkan, "Gak oleh mbujuki wong Suroboyo, gak oleh nipu wong Suroboyo, gak oleh berbuat semena-mena terhadap orang Surabaya," yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kota.

Ajakan untuk Bersatu Melawan Kejahatan

Wali Kota menekankan bahwa penting bagi masyarakat untuk menunjukkan respons terhadap tindakan premanisme. Dia mendorong warga untuk memiliki keberanian dalam melawan tindakan semena-mena, dengan tetap memperhatikan jalur hukum.

"Kalau ada yang seperti itu, ya, kita lawan bareng-bareng," terang Eri, yang mencerminkan harapan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah kejahatan.

Dia juga mengingatkan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa mengorbankan persatuan, "Hukum tidak boleh berhenti, tetapi jangan sampai terjadi benturan antarsesama warga Kota Surabaya." Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga ketentraman dan kesatuan di dalam masyarakat.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU