Penelitian terbaru menyatakan bahwa kebiasaan makan sambil menonton televisi dapat menyebabkan peningkatan asupan kalori secara tidak sadar. Sebaliknya, menggunakan ponsel saat makan terasa lebih aman untuk kontrol asupan makanan dan lingkar pinggang.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Studi yang dilakukan oleh psikolog dari Worcester Polytechnic Institute meneliti perilaku makan individu dengan melibatkan berbagai distraksi. Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan dalam asupan kalori antar kelompok yang diteliti.
Penelitian tentang Kebiasaan Makan
Sebuah penelitian oleh tim dari Worcester Polytechnic Institute mengungkapkan bahwa perilaku makan berlebihan sangat mungkin terjadi saat menonton televisi. Dalam studi yang dimuat di jurnal Physiology and Behaviour ini, sebanyak 114 relawan diminta untuk mengonsumsi camilan, dibagi dalam tiga kelompok: menonton televisi, menggunakan ponsel, dan tanpa gangguan.
Hasil menunjukkan bahwa kelompok yang menonton televisi secara signifikan mengonsumsi lebih banyak kalori, yaitu rata-rata 164 kalori. Di sisi lain, kelompok tanpa distraksi hanya mengonsumsi sekitar 131 kalori, menegaskan bahwa televisi membuat individu cenderung melupakan jumlah makanan yang sudah mereka konsumsi.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Perbandingan Asupan Kalori
Kelompok yang menggunakan ponsel menunjukkan angka asupan kalori yang hanya sedikit berbeda dari kelompok tanpa gangguan, yaitu sekitar 130 kalori. Tim peneliti mengindikasikan bahwa menonton televisi berfungsi sebagai sumber distraksi yang kuat, menyebabkan peserta tidak menyadari seberapa banyak makanan yang mereka konsumsi.
Peserta yang teralih perhatian oleh televisi cenderung meningkatkan rasa lapar, sehingga berpotensi menjadikan mereka mengonsumsi lebih banyak makanan tanpa kesadaran. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan menonton televisi bisa berdampak negatif bagi pengendalian asupan kalori.
Rekomendasi untuk Mengontrol Asupan Makanan
Dalam laporan ini, para peneliti merekomendasikan individu untuk menghindari kebiasaan menonton televisi saat makan. Dengan demikian, perhatian terhadap asupan makanan dapat terjaga, yang berpotensi mengurangi risiko makan berlebihan.
Dari hasil penelitian, penggunaan smartphone tampaknya tidak memicu peningkatan konsumsi makanan yang signifikan. Aktivitas ini melibatkan penggerakan tangan aktif, yang dapat membatasi frekuensi mengonsumsi makanan.
Kebiasaan makan berlebihan yang disebabkan oleh distraksi saat makan dapat berkontribusi terhadap risiko penyakit serius dan kematian dini. Hal ini dapat dianggap lebih berbahaya ketimbang efek gabungan dari kebiasaan mengonsumsi alkohol, tembakau, dan narkotika.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: