Tahun baru sering kali memicu banyak orang untuk merenung, baik mengenai pencapaian maupun harapan di masa mendatang. Ini adalah waktu ketika perasaan overthinking kerap muncul, dipicu oleh berbagai faktor psikologis.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Tekanan untuk menetapkan resolusi baru bisa menjadi beban tersendiri, dan hal ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa cemas. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa aspek psikologis yang mendasari fenomena ini.
Tahun Baru dan Harapan Baru
Setiap menjelang tahun baru, sering kali muncul tekanan untuk membuat resolusi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Harapan dan ambisi yang tinggi ini kerap berbanding terbalik dengan kenyataan yang dihadapi, memicu rasa cemas.
Fenomena ini dikenal sebagai 'perbandingan sosial', di mana individu cenderung membandingkan pencapaian mereka dengan orang lain. Melihat teman atau rekan kerja yang terlihat lebih sukses dapat menimbulkan perasaan tidak cukup dan berujung pada overthinking.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Refleksi Diri dan Keraguan
Tahun baru sering kali menjadi momen untuk refleksi diri, di mana banyak orang mulai merenungkan capaian dan hal-hal yang belum berhasil. Proses ini sering kali membawa mereka berpikir terlalu dalam tentang kekurangan, menyebabkan siklus pikiran negatif.
Pikiran negatif tersebut bisa mengarah pada keraguan diri dan ketidakpuasan, meningkatkan risiko overthinking. Hal ini sering kali diperburuk oleh komentar atau masukan tidak langsung dari orang-orang di sekitar, yang dapat menambah beban mental.
Mengelola Overthinking Menjelang Tahun Baru
Salah satu cara efektif untuk mengatasi overthinking adalah dengan menetapkan resolusi yang realistis. Alih-alih berusaha merencanakan segalanya secara bersamaan, fokuslah pada satu atau dua pencapaian yang lebih terjangkau melalui langkah-langkah kecil.
Selain itu, praktik mindfulness juga menjadi penting untuk membantu individu tetap berada di saat ini, bukan terjebak dalam pikiran negatif. Untuk mendukung proses ini, berdiskusi dengan teman atau bergabung dalam kelompok dukungan bisa menjadi solusi ampuh untuk meredakan tekanan mental.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: