Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 14:32 WIB

Ambisi Geopolitik AS: Ketegangan Terkait Greenland Terus Meningkat

Author

Ambisi Geopolitik AS: Ketegangan Terkait Greenland Terus Meningkat

Ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus berlanjut untuk menguasai Greenland meskipun menuai penolakan dari Denmark dan wilayah tersebut. Upaya ini ditekankan dengan argumen keamanan nasional sebagai alasan utama yang disampaikan oleh Trump.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Pernyataan Trump yang ingin mengendalikan Greenland tampaknya mencerminkan kepentingan strategis AS terhadap kawasan Arktik, yang kaya akan sumber daya. Ketegangan ini menciptakan konflik baru dalam hubungan internasional antara Amerika Serikat dan Denmark.

Pernyataan dan Tindakan Presiden Trump

Donald Trump telah menyampaikan ketertarikan terkait Greenland sejak tahun lalu, menegaskan kepemilikan tersebut sebagai kebutuhan vital. Dalam platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyatakan, "Demi tujuan Keamanan Nasional dan Kebebasan di seluruh Dunia, Amerika Serikat merasa bahwa kepemilikan dan kendali atas Greenland merupakan kebutuhan mutlak."

Dalam wawancara terbaru, Trump mengulangi niatnya dengan mengatakan, "Kami akan mendapatkan Greenland. Ya, 100 persen," yang semakin menambah ketegangan dengan Denmark. Penunjukan Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland dipandang sebagai tindakan provokatif, mengundang kritik dari pemerintah Denmark.

Menteri Luar Negeri Denmark menyatakan kemarahan atas langkah ini, menekankan pentingnya menghormati kedaulatan Denmark dan Greenland. Trump tetap berargumentasi bahwa keinginannya bukan karena kekayaan mineral, tetapi demi keamanan nasional AS.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Reaksi Pemerintah Greenland dan Denmark

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, berusaha mengklarifikasi posisi pemerintahnya, menyatakan, "Presiden Trump mengatakan Amerika Serikat 'akan mendapatkan Greenland.' Biar saya tegaskan: Amerika Serikat tidak akan mendapatkan Greenland."

Dalam keterangan di media sosial, Nielsen menegaskan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri, dan menambahkan, "Kami tidak menjadi milik orang lain. Kami memutuskan masa depan kami sendiri."

Pernyataan ini memberikan tekanan pada AS untuk menghormati kedaulatan wilayah tersebut. Ketegangan semakin meningkat ketika Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan bahwa Greenland tidak dapat dicaplok oleh siapa pun.

Kondisi Keamanan di Kawasan Arktik

Trump juga membahas kehadiran militer Rusia dan China di sekitar Greenland, menyatakan, "Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke atas dan ke bawah pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana."

Tindakan Trump menimbulkan pertanyaan tentang niat di balik kebijakan luar negeri AS di kawasan Arktik, di mana sumber daya alam yang melimpah seperti minyak dan gas berada. Hal ini mendorong analisis lebih dalam mengenai dampak terhadap hubungan diplomatik.

Kritik terhadap kebijakan satu sisi ini berpotensi merusak stabilitas regional, dengan kabinet Denmark menegaskan, "Anda tidak dapat mencaplok negara lain." Ketidakpastian ini mungkin mengancam kerjasama internasional di wilayah Arktik yang seharusnya saling menguntungkan.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU