Dua pendaki dikabarkan hilang di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi setelah melakukan pendakian ilegal pada tanggal 20 Desember lalu. Pencarian masih berlangsung dan melibatkan berbagai elemen termasuk Balai Taman Nasional Gunung Merapi.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, menjelaskan bahwa situasi ini bermula ketika salah satu pendaki mengalami sakit kaki dan meminta yang lain untuk melanjutkan perjalanan demi mencari bantuan.
Awal Mula Hilangnya Pendaki
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa tiga pendaki melakukan pendakian ilegal di Gunung Merapi pada Sabtu, 20 Desember. Setelah mencapai Pasar Bubrah, mereka memutuskan untuk turun melalui jalur Sapuangin-Klaten.
Salah satu pendaki menderita sakit kaki dan meminta dua rekannya melanjutkan pencarian bantuan. Keputusan ini berujung pada kesulitan ketika malam tiba, saat jalur yang dilalui semakin sulit.
Keberadaan pendaki yang hilang diperparah dengan kurangnya persiapan yang memadai. Dalam situasi gelap, navigasi menjadi lebih rumit dan berisiko bagi para pencari.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Pencarian dan Upaya Penyelesaian
Pada hari Minggu, 21 Desember, dua pendaki melanjutkan perjalanan turun, namun situasi semakin rumit. Salah satu dari mereka terperosok saat mencari jalan keluar, meski masih mampu meminta rekannya untuk terus maju.
Pendaki yang terperosok akhirnya menemukan warga setempat di Sapuangin yang kemudian memberikan pertolongan. Hingga hari Senin, 22 Desember, hanya satu pendaki yang berhasil turun dengan selamat.
Pencarian untuk dua pendaki lainnya berlanjut, dengan berbagai tim yang dikerahkan untuk menjelajahi area yang belum terjangkau.
Larangan Pendakian dan Imbauan
Kejadian ini menegaskan pentingnya mematuhi larangan pendakian yang berlaku di Gunung Merapi sejak Mei 2018. Seluruh pihak terkait, termasuk Balai TNGM, terus berusaha mencari dua pendaki yang masih hilang.
Wahyudi mengimbau masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan demi kelancaran proses evakuasi. Ia menekankan kembali pentingnya mengikuti aturan demi keselamatan saat melakukan aktivitas pendakian.
Pihak berwenang terus mengingatkan bahwa keselamatan dalam pendakian adalah tanggung jawab bersama, dan semua peserta harus mengikuti regulasi yang ada.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: