Di usia 24 tahun, Paige Seifert, seorang insinyur asal Denver, Colorado, harus menghadapi diagnosis kanker usus stadium tiga yang mengubah hidupnya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Kisah Paige menyoroti pentingnya memperhatikan gejala kesehatan meskipun di masa muda dan pada kondisi yang tampaknya sehat.
Tanda-tanda Awal yang Diabaikan
Paige mengalami tiga gejala peringatan yang awalnya dianggap sepele. Ia menderita perdarahan dalam tinja, yang ia identifikasi sebagai wasir, dan menerima diagnosis serupa dari dua dokter.
Ia juga mengalami kram perut dan mual, yang dokter jelaskan sebagai efek dari tumor yang menyumbat saluran usus. Meskipun merasa sangat kelelahan, Paige menganggap itu sebagai dampak dari kurang tidur dan tekanan pekerjaan.
Namun, lelah ini sebenarnya dipicu oleh anemia akibat kehilangan darah dari tumor yang berdarah, kondisi yang tidak disadari oleh Paige.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Diagnosis dan Proses Pengobatan
Setelah menyadari adanya perubahan tidak biasa dalam tubuhnya, Paige berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi pada Januari 2025. Kolonoskopi yang dilakukan menunjukkan adanya massa besar di kolonnya.
Saat mendengar diagnosis kankernya, Paige mengungkapkan, "Pikiran saya langsung melayang: 'Apakah saya akan mati?' Itu adalah perasaan yang sangat mengerikan."
Diagnosa kanker stadium tiga mengindikasikan bahwa sel kanker telah mulai menyebar keluar dari usus, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang drastis menurun pada stadium ini.
Pesan bagi Generasi Muda
Setelah menyelesaikan 12 sesi kemoterapi dan menjalani operasi besar, Paige kini berada dalam masa remisi. Ia memanfaatkan platform media sosialnya untuk memberi nasihat kepada generasi muda.
"Jangan remehkan gejala apapun. Jika Anda merasa ada yang salah, segera cek. Itu bisa menyelamatkan hidup Anda," tegas Paige dalam video TikTok-nya, menekankan pentingnya kesadaran kesehatan.
Kisah Paige juga menjadi bagian dari tren peningkatan kasus kanker usus di kalangan individu di bawah 50 tahun, yang kini mendapatkan perhatian serius dari para ahli kesehatan di seluruh dunia.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: