Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 14:44 WIB

Investigasi Kematian Tragis Anak Politikus di Cilegon: Bukan Perampokan

Author

Investigasi Kematian Tragis Anak Politikus di Cilegon: Bukan Perampokan

Kematian seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Cilegon dipastikan tidak terkait dengan perampokan, menurut pernyataan pihak kepolisian. Saat ini, penyelidikan sementara mengarah pada dugaan adanya unsur pembunuhan.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Korban, berinisial MAHM, adalah anak bungsu dari Maman Suherman, anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon. Kasus ini semakin mendalam setelah polisi memeriksa beberapa saksi dan mengamankan barang bukti yang relevan.

Detail Kasus dan Penyelidikan

Polres Cilegon telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi terkait kasus ini, serta mengamankan rekaman CCTV dari area kejadian. Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menyampaikan, 'Dugaan sementara untuk kasus ini adalah dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit.'

Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dari kediaman Maman Suherman. Hal ini sudah dibuktikan melalui pemeriksaan menyeluruh dan keterangan dari pemilik rumah.

Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, menambahkan lewat pesan WhatsApp, 'Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang.'

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan

Kronologi Kejadian

Peristiwa mengenaskan ini terjadi sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban menerima telepon darurat dari anak keduanya yang meminta pertolongan. Usai mendengar informasi tersebut, Maman segera meninggalkan tempat kerjanya di Ciwandan untuk kembali ke rumah.

Setibanya di rumah, Maman mendapati anaknya tergeletak tengkurap dengan kondisi bersimbah darah. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun dinyatakan sudah meninggal dunia.

Pada saat kejadian, di dalam rumah hanya terdapat korban dan kakaknya. Maman dan istrinya sedang tidak berada di rumah karena kewajiban pekerjaan.

Sistem Keamanan dan Kesulitan Penyelidikan

Salah satu tantangan terbesar dalam penyelidikan ini adalah kamera CCTV yang tidak berfungsi pada saat kejadian. Diketahui bahwa perangkat tersebut sudah rusak dua minggu sebelum insiden terjadi.

Kondisi CCTV yang tidak aktif menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pihak kepolisian dalam mengumpulkan petunjuk tambahan. Penyelidikan terus dilakukan untuk menemukan fakta-fakta yang dapat mengungkap kematian tragis ini.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU