Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 19:15 WIB

Peran Kebosanan dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kesehatan Mental

Author

Peran Kebosanan dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kesehatan Mental

Dalam dunia yang penuh dengan distraksi, kebosanan sering kali dianggap sebagai kondisi yang harus dihindari. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebosanan dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan mental dan kreativitas seseorang.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Signifikasi Kebosanan dalam Aktivitas Otak

Kebosanan terjadi ketika otak tidak mendapatkan rangsangan eksternal yang dapat difokuskan. Dalam keadaan ini, otak bertransformasi ke dalam mode default, di mana proses internal seperti melamun dan refleksi diri menjadi dominan.

Lila Landowski, seorang ahli saraf dari University of Tasmania, menyatakan bahwa DMN paling aktif saat individu dalam keadaan tenang, misalnya saat berbaring santai. Hal ini menurunkan hormon stres dan mengizinkan tubuh untuk lebih rileks sehingga otak dapat merefleksikan pengalaman yang telah dilalui.

Meskipun demikian, kondisi ini dapat mengurangi kadar dopamin, substansi kimia yang berhubungan dengan motivasi dan kebahagiaan, yang mungkin menyebabkan rasa gelisah pada beberapa individu.

Kreativitas dan Mindfulness dari Kebosanan

Kebosanan ternyata dapat menjadi pemicu kreativitas. Arthur C. Brooks, profesor di Harvard, berpendapat bahwa kebosanan memberikan ruang bagi pikiran untuk berinovasi dan beradaptasi.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Current Opinion in Behavioral Sciences menunjukkan bahwa melamun berperan aktif dalam proses penciptaan ide-ide baru. Ini menunjukkan bahwa dengan membiarkan diri merasa bosan, seseorang membuka diri untuk pemikiran yang lebih kreatif.

Tak hanya itu, kebosanan juga melatih kesadaran penuh, membantu individu untuk lebih hadir dalam momen saat ini sambil mengelola emosi dengan lebih baik.

Risiko Kebosanan dan Cara Menghadapinya

Namun, kebosanan tidak selalu memberikan dampak positif. Pada individu dengan latar belakang trauma atau kecenderungan depresi, kekosongan yang ditimbulkan dapat memancing pikiran negatif yang berlebihan.

Psikolog Kate Cummins memperingatkan bahwa kebosanan berkepanjangan bisa menjadi tanda anhedonia, yang merupakan hilangnya minat dan kesenangan dalam aktivitas sehari-hari, dan sering kali terkait dengan depresi.

Untuk mengatasi kebosanan secara sehat, individu dapat membatasi penggunaan layar, duduk diam tanpa gangguan, atau melakukan refleksi untuk memahami lebih dalam tentang akar penyebab kebosanan.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU