Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 10:55 WIB

Pelestarian Rumah Lee Kuan Yew Sebagai Aset Nasional: Langkah Penting untuk Sejarah Singapura

Author

Pelestarian Rumah Lee Kuan Yew Sebagai Aset Nasional: Langkah Penting untuk Sejarah Singapura

Pemerintah Singapura mengumumkan bahwa rumah Lee Kuan Yew, bapak pendiri negara tersebut, telah ditetapkan sebagai aset nasional pada 12 Desember 2025.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Keputusan ini efektif mulai 13 Desember setelah panel mengevaluasi pentingnya pelestarian situs bersejarah di 38 Oxley Road.

Latar Belakang Penetapan

Keputusan untuk menetapkan rumah Lee Kuan Yew sebagai aset nasional merupakan respons terhadap keberatan yang diajukan oleh anak bungsunya, Lee Hsien Yang, yang ingin agar situs tersebut dihancurkan.

Meskipun terdapat keberatan dari Lee Hsien Yang, Kementerian Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda (MCCY) serta Dewan Warisan Nasional (NHB) menilai bahwa pemilik tidak mempermasalahkan pentingnya pelestarian rumah tersebut.

Tanda dukungan untuk pelestarian ini juga datang dari Lee Hsien Loong, putra Lee Kuan Yew dan mantan Perdana Menteri Singapura, yang menunjukkan pentingnya mempertahankan situs bersejarah ini.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Proses dan Pertimbangan Pelestarian

MCCY dan NHB, dalam pernyataan resmi mereka, mengungkapkan bahwa Pelaksana Tugas Menteri, David Neo, telah mempertimbangkan berbagai aspek dalam penilaian pelestarian rumah tersebut.

"Untuk menghormati keinginan Bapak Lee, Pemerintah telah berkomitmen untuk menghilangkan ruang-ruang hunian pribadi dari bagian dalam gedung demi melindungi privasi Bapak Lee dan keluarganya dalam semua opsi yang mungkin terjadi," demikian pernyataan resmi tersebut.

Proses evaluasi dilakukan untuk menentukan kelayakan rumah itu sebagai monumen nasional, dengan penekanan pada pentingnya sejarah yang dihadirkan oleh lokasi tersebut.

Signifikansi Sejarah Rumah

Rumah yang terletak di 38 Oxley Road menyimpan saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah Singapura, mulai dari transisi dari koloni Inggris menuju kemerdekaan.

Situs ini juga menjadi tempat pertemuan para pemimpin utama menjelang kemerdekaan Singapura pada tahun 1965, menegaskan bahwa lokasi ini memiliki nilai sejarah yang sangat berharga.

Dengan status barunya sebagai aset nasional, diharapkan rumah ini dapat dilestarikan untuk generasi mendatang, memberikan pemahaman lebih dalam terhadap sejarah-negara Singapura.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU