Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 20:45 WIB

Fenomena Jeda Karier: Kenyataan dan Tantangan Perempuan di Indonesia

Author

Fenomena Jeda Karier: Kenyataan dan Tantangan Perempuan di Indonesia

Jeda karier, atau yang dikenal sebagai 'career break', telah menjadi fenomena umum di kalangan perempuan di Indonesia. Sekitar 40 persen perempuan memilih untuk mengambil jeda ini, seringkali demi merawat anak atau keluarga.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Survei terbaru menunjukkan harapan mereka untuk kembali ke dunia kerja dengan format yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Namun, tantangan dalam reintegrasi ke pasar kerja tetap menghantui setelah jeda tersebut.

Alasan Perempuan Mengambil Jeda Karier

Sebagian besar perempuan mengambil jeda karier sebagai respons terhadap tuntutan pengasuhan yang masih ditanggung. Wita Krisanti, Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), menjelaskan bahwa keputusan tersebut seringkali dipengaruhi oleh tanggung jawab keluarga yang berat.

Era persaingan yang semakin ketat mendorong perempuan untuk membuat keputusan ini. Menurut survei IBCWE, alasan yang paling umum mencakup mengurus orang tua, merawat anak, atau keinginan untuk meningkatkan kualitas diri.

Walaupun 98 persen perempuan yang mengambil jeda karier berharap untuk kembali bekerja, mereka sering kali menghadapi tantangan dalam reintegrasi ke pasar kerja.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Tantangan yang Dihadapi Perempuan Selama Jeda Karier

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah hilangnya identitas profesional. Banyak perempuan merasa kehilangan diri saat keluar dari dunia kerja, yang memengaruhi kemampuan mereka untuk beradaptasi saat ingin kembali.

Hampir sepertiga perempuan yang mengambil jeda karier menghadapi kekhawatiran akan tertinggal dalam perkembangan industri. Ini mencakup rasa cemas terkait perubahan teknologi dan keterampilan yang mungkin telah ketinggalan zaman.

Selain itu, bias yang dimiliki perusahaan terhadap 'gap' di CV sering kali memaksa mereka memberikan penjelasan berlebihan mengenai alasan jeda saat tahap perekrutan.

Strategi untuk Kembali Setelah Jeda Karier

Mengambil langkah aktif dalam memperbarui keterampilan menjadi salah satu strategi yang dianjurkan. Mengikuti pelatihan, kursus, atau webinar dapat membantu meningkatkan kompetensi yang relevan dengan industri.

Penting bagi perempuan menyusun CV yang menekankan keahlian dan pengalaman yang diperoleh selama jeda, alih-alih hanya berfokus pada periode tanpa pekerjaan.

Membangun kembali jaringan profesional juga menjadi langkah krusial. Menghadiri seminar atau bergabung dalam komunitas profesional dapat membuka peluang yang terabaikan selama jeda.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU