Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 10:46 WIB

Dorongan Penelitian untuk Meningkatkan Produktivitas Bawang Putih Lokal

Author

Dorongan Penelitian untuk Meningkatkan Produktivitas Bawang Putih Lokal

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengimbau perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan produktivitas bawang putih lokal.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam sebuah acara di Solo, Luhut menekankan pentingnya kualitas bibit bawang putih yang tahan terhadap perubahan iklim.

Permintaan Penelitian dari Perguruan Tinggi

Luhut mendesak perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam penelitian terkait bawang putih, dengan fokus pada kualitas dan kemampuan bibit untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.

Ia mengharapkan lembaga pendidikan tinggi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dapat menentukan lokasi yang sesuai untuk menanam bawang putih.

"Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, misalnya, studi tanah-tanah ketinggian seribu meter yang cocok untuk bibit bawang putih," katanya.

"UGM, jangan soal ijazah melulu aja yang diributin. Kalian bikin studi dong, di mana nih di Jawa Tengah ini tempat kita bisa menanam bawang putih," tambahnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset

Penelitian Mandiri Luhut di Danau Toba

Luhut menambahkan bahwa dia telah melakukan penelitian mandiri menggunakan metode genome sequencing untuk menemukan varietas baru bawang putih.

Penelitian ini dilakukan di Danau Toba pada ketinggian 1.400 meter dari permukaan laut, dengan biaya yang ditanggung oleh dirinya pribadi.

Dia menyampaikan, "Nggak mahal-mahal. Uang kantong saya sendiri kok, paling kuat berapa. Ada profesor-profesor muda kita yang bisa."

Potensi Ekonomi dari Peningkatan Produktivitas

Luhut menyatakan bahwa hasil riset yang telah dilakukan menunjukkan perkembangan yang positif, dengan ditemukannya varietas bibit bawang yang lebih produktif.

Menurutnya, peningkatan produktivitas bawang putih dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor, yang saat ini memakan biaya sebesar US$770 juta atau sekitar Rp12,8 triliun.

Jika pengurangan impor dapat dilakukan hingga 50 persen, Indonesia dapat menghemat sekitar 350 juta USD, yang setara dengan hampir Rp5 triliun.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU