Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 10:40 WIB

Tingkat Deforestasi di Indonesia Meningkat Signifikan Menurut Data Terbaru

Author

Tingkat Deforestasi di Indonesia Meningkat Signifikan Menurut Data Terbaru

Tingkat deforestasi di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan selama lima tahun terakhir, menurut data yang dibuka oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Antara Januari hingga September 2025, deforestasi mencapai 166.450 hektar, meningkat 28% dibanding tahun sebelumnya.

Data Deforestasi di Tiga Provinsi Terpukul

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa deforestasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami peningkatan yang mencolok. Di Aceh, deforestasi pada 2024 hingga September 2025 tercatat seluas 10.100 hektar, meningkat drastis dari 1.918 hektar pada periode yang sama di 2020.

Raja Juli juga menyatakan, "Di Aceh menurun sebesar 10,04%" meskipun total deforestasi masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Di Sumatra Utara, lahan gundul meningkat dari 1.233 hektar pada 2019-2020 menjadi 6.142 hektar pada 2024-September 2025.

Sementara itu, kondisi di Sumatra Barat tampak lebih mencengangkan, dengan peningkatan deforestasi sebesar 637,08% dalam lima tahun terakhir. "Dan di Provinsi Sumatra Barat turun 14%, sekali lagi dibandingkan dengan tahun 2024," tambah Raja Juli.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Kontribusi Sektor Kehutanan terhadap Ekonomi Nasional

Menteri Raja Juli juga memaparkan nilai kontribusi sektor kehutanan terhadap PDB nasional yang berdampak signifikan terhadap ekonomi. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kontribusi sektor kehutanan mencapai Rp 97,2 triliun.

Ia menjelaskan tren peningkatan kontribusi kehutanan sejak 2020, dengan puncaknya pada 2024 mencapai Rp 129,57 triliun. Investasi di sektor ini juga mencatatkan peningkatan eksponensial, dari Rp 1,8 triliun pada 2020 menjadi Rp 34,7 triliun pada 2024.

Hingga triwulan III 2025, nilai investasi sektor kehutanan mencapai Rp 13,6 triliun, sementara kontribusi PNBP Kehutanan menunjukkan tren positif dengan nilai Rp 6,53 triliun.

Penyusutan Kawasan Hutan dan Dampaknya

Tutupan hutan di Indonesia terus menyusut dalam beberapa dekade terakhir. Menurut data FAO, luas kawasan hutan nasional berkurang dari 118,5 juta hektare pada tahun 1990 menjadi 92,1 juta hektare pada tahun 2020.

Penyusutan ini berdampak pada ekosistem dan mempengaruhi masyarakat yang bergantung pada hutan. Data pemerintah menunjukkan adanya perlunya langkah strategis agar deforestasi dapat ditekan lebih lanjut.

Dengan kondisi deforestasi yang masih mengkhawatirkan, pemerintah dituntut untuk bekerja lebih keras dalam menjaga keberlanjutan hutan di Indonesia demi kepentingan bangsa dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU