Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 11:41 WIB

Fenomena Soft Ghosting dalam Hubungan Modern

Author

Fenomena Soft Ghosting dalam Hubungan Modern

Soft ghosting semakin sering dibicarakan dalam dunia digital saat ini, terutama dalam konteks hubungan, baik romantis maupun pertemanan. Hal ini menggambarkan tingkah laku di mana seseorang menghindari komunikasi tanpa mengakhiri hubungan secara resmi.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan aplikasi pesan, soft ghosting menjadi lebih umum. Banyak individu memilih untuk 'menghilang' perlahan daripada menghadapi konfrontasi langsung.

Memahami Soft Ghosting

Soft ghosting berbeda dari ghosting yang lebih drastis, di mana yang tergosting tidak menerima komunikasi sama sekali. Dalam soft ghosting, seseorang masih merespons pesan, tetapi dengan cara yang minim dan tidak konsisten.

Contoh dari soft ghosting adalah saat satu pihak membalas pesan dengan jawaban yang singkat tanpa melanjutkan pembicaraan. Fenomena ini dapat menimbulkan kebingungan untuk mereka yang terlibat.

Bertahan dalam interaksi di aplikasi chatting dan media sosial membuat soft ghosting lebih mudah terjadi. Pelakunya merasa lebih aman karena tidak harus menghadapi perasaan orang lain secara langsung.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Mengapa Soft Ghosting Terjadi?

Beberapa faktor dapat mendorong terjadinya soft ghosting, termasuk ketidakmampuan dalam berkomunikasi jelas. Banyak individu merasa tidak nyaman menjelaskan perasaan atau mengakhiri hubungan secara langsung.

Situasi sosial yang cepat berubah juga berperan, di mana banyak orang lebih memilih untuk menghindari diskusi sulit dan memilih untuk mengurangi interaksi secara bertahap.

Pandemi COVID-19 juga memberikan dampak yang signifikan. Perubahan besar dalam cara komunikasi dan pemahaman hubungan dapat menyebabkan kebiasaan yang tidak pasti ini.

Dampak dari Soft Ghosting

Dampak dari soft ghosting tidak hanya dirasakan oleh individu yang 'dihantui', tetapi juga oleh pelaku sendiri. Rasa bersalah dan penyesalan sering kali muncul ketika mereka menyadari bahwa tindakan mereka menyakiti orang lain.

Bagi yang mengalami soft ghosting, seringkali timbul rasa bingung dan sakit hati akibat kurangnya kejelasan dalam interaksi. Hal ini dapat menimbulkan masalah kepercayaan pada hubungan di masa mendatang.

Selain itu, soft ghosting dapat mengganggu kesehatan mental. Menghadapi ketidakpastian dalam interaksi sosial atau romantis sering kali menjadi beban emosional yang berat.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU