Banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara telah mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Ribuan rumah warga rusak, sementara dua jembatan terputus, menyulitkan proses evakuasi bagi korban.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, bencana ini menyebabkan banyak warga terpaksa mengungsi dan mengalami kerugian materiil yang signifikan di empat kabupaten.
Kondisi Terkini Wilayah Terdampak
Empat kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang terdampak bencana ini meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Banjir yang terjadi pada tanggal 24 dan 25 November 2025 ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang berkepanjangan.
Di Sibolga, wilayah-wilayah yang paling parah terdampak banjir termasuk Kelurahan Angin Nauli, Aek Muara Pinang, dan Pasar Belakang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa banjir mengalir deras, menghancurkan rumah serta menerjang kendaraan warga.
Sementara itu, tanah longsor melanda daerah seperti Simare-mare dan Kebun Lada, mengganggu akses jalan dan berpotensi menyebabkan kerugian lebih lanjut bagi warga. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka, dengan kerugian material mencakup 3 unit rumah dan 1 ruko.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Korban Jiwa dan Kerugian di Tapanuli Selatan
Di Tapanuli Selatan, terdapat laporan bahwa delapan warga meninggal dunia dan 58 orang mengalami luka-luka akibat bencana ini. Kapusdatin dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan situasi tersebut bahwa 2.851 warga terpaksa mengungsi pasca bencana.
Dampak bencana meluas di sebelas kecamatan di Tapanuli Selatan. BPBD Tapanuli Selatan, bersama tim gabungan, tengah melakukan upaya pembersihan material longsor untuk mengembalikan akses jalan bagi warga.
Lebih dari tujuh puluh rumah dipastikan rusak akibat longsor dan banjir, menambah tantangan bagi pemerintah daerah dalam menangani keadaan darurat yang dihadapi.
Akses dan Mitigasi Bencana di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah
Di Tapanuli Utara, bencana ini menyebabkan dua jembatan terputus dan puluhan rumah rusak. BPBD setempat kini tengah melakukan pendataan dan merekomendasikan jalur alternatif sebagai jalan sementara bagi warga.
Di Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 unit rumah terkena dampak banjir yang melanda sembilan kecamatan. Tim BPBD telah mendirikan tenda pengungsi dan mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok untuk penduduk yang terdampak.
Data yang ada saat ini bersifat sementara dan dapat berubah mengingat hasil kaji cepat lanjutan di lapangan. BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca dan mematuhi instruksi dari petugas untuk keselamatan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: