Musik lo-fi kini semakin populer dan menjadi perbincangan di kalangan anak muda. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah genre ini benar-benar membantu fokus, atau justru membuat pendengarnya mengantuk?
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Studi terbaru mengungkapkan berbagai efek dari musik lo-fi terhadap konsentrasi dan kelelahan. Mari telusuri fakta-fakta di balik fenomena yang tengah menjadi tren ini.
Apa itu Musik Lo-Fi?
Musik lo-fi adalah genre yang ditandai dengan kualitas suara rendah, sering kali disertai dengan gangguan dan ketidaksempurnaan lainnya. Ciri khasnya mencakup melodi sederhana dan suasana menenangkan, menjadikannya pilihan ideal untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Banyak orang menggunakan musik lo-fi untuk belajar, bekerja, atau sekedar bersantai. Suasana yang diciptakan oleh alunan musik ini seringkali dihubungkan dengan peningkatan produktivitas dan konsentrasi.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Studi dan Temuan Terkait Fokus dan Kantuk
Sebuah studi oleh peneliti di University of California menemukan bahwa musik lo-fi dapat meningkatkan fokus pada tugas tertentu. Melodi lembut dan ritme lambat tersebut tampaknya membantu otak tetap tenang dan terfokus.
Meski demikian, ada juga studi yang menunjukkan bahwa beberapa pendengar dapat merasa lebih mengantuk saat mendengarkan musik lo-fi. Hal ini bisa jadi berkaitan dengan efek relaksasi yang ditimbulkannya, yang mengalihkan perhatian dari tugas yang sedang dikerjakan.
Bagaimana Reaksi Pendengar Berbeda?
Reaksi terhadap musik lo-fi bervariasi antara satu individu dengan lainnya. Beberapa orang merasa lebih berenergi dan fokus, sementara yang lainnya mengalami kelelahan dan mengantuk.
Hal ini menunjukkan bahwa preferensi musik sangat dipengaruhi oleh kepribadian, kebiasaan, dan suasana hati saat itu. Musisi juga melakukan eksplorasi terhadap batasan genre lo-fi untuk menarik perhatian lebih banyak pendengar.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: