Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 13:22 WIB

Tragedi Mortir Aktif di Babelan: Seorang Pemulung Meninggal Dunia

Author

Tragedi Mortir Aktif di Babelan: Seorang Pemulung Meninggal Dunia

Sebuah ledakan yang diduga disebabkan oleh mortir aktif terjadi di Babelan, Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan seorang pemulung meninggal dunia.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut

Korbannya, Hidayatullah, berusia 27 tahun, mengalami kecelakaan tragis saat mencoba memotong mortir menggunakan gerinda.

Detail Peristiwa Ledakan

Kapolsek Babelan, Kompol Wito, menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Mortir tersebut ditemukan oleh korban saat dia sedang memulung di sekitar wilayah itu.

Menurut Wito, Hidayatullah biasanya memulung di malam hari dan baru pulang subuh. Saat menemukannya, dia memutuskan untuk membawa mortir tersebut ke rumah mertuanya.

Di rumah mertuanya, Hidayatullah kemudian menggunakan alat gerinda untuk memotong mortir agar dapat mengambil bagian kuningannya dan dijual. Namun, proses tersebut berakhir tragis dengan ledakan yang merenggut nyawanya.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Reaksi dan Tindakan Polisi

Setelah ledakan terjadi, lokasi kejadian segera dikondisikan agar aman. Tim penjinak bom dihadirkan untuk memeriksa sumber ledakan dan melakukan sterilisasi di area tersebut.

Kapolsek Wito menyatakan, "Belum tahu di mana temuannya. Untuk lokasi sudah disterilkan, dan di sini juga ada tim Brimob dan Polres Metro Bekasi untuk pengamanan lebih lanjut."

Ia juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban lain dalam peristiwa ini, menunjukkan bahwa tindakan cepat dari pihak kepolisian memiliki dampak yang signifikan dalam mengendalikan situasi.

Dampak dan Implikasi Kejadian

Kejadian ini menyoroti bahaya yang dihadapi oleh pemulung yang sering bekerja di area dengan potensi adanya bahan peledak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai keselamatan di lingkungan mereka.

Kapolsek Wito menjelaskan bahwa situasi kini sudah kembali normal setelah pendekatan dan penanganan kejadian secara profesional oleh pihak kepolisian.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat menemukan barang-barang mencurigakan. Kecelakaan di Bekasi ini menjadi pengingat akan pentingnya pelatihan dan edukasi tentang bahan berbahaya, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU