Minggu, 23 NOVEMBER 2025 • 22:33 WIB

Pengungkapan 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk ke Indonesia

Author

Pengungkapan 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk ke Indonesia

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan adanya 250 ton beras impor ilegal yang masuk ke Indonesia dari Thailand melalui Sabang, Aceh. Pengungkapan tersebut terjadi dalam konferensi pers pada hari Minggu, 23 November 2025, di Jakarta Selatan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Sulaiman menegaskan pentingnya penyegelan beras yang tidak memiliki izin dari pusat dan menyatakan bahwa kebijakan swasembada pangan harus ditegakkan.

Rincian Penemuan Beras Ilegal

Menteri Sulaiman mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan mengenai penyelundupan beras ilegal sekitar pukul 2 siang. Tindak lanjut segera dilakukan untuk memastikan beras tersebut tidak beredar di masyarakat.

Ia menegaskan, "Kami terima laporan tadi sekitar jam 2 bahwasanya ada beras masuk di Sabang. Itu 250 ton tanpa izin dari pusat, tanpa persetujuan pusat." Pengawasan dilakukan secara ketat oleh tim kementerian.

Hasil pengusutan menunjukkan adanya kejanggalan terkait izin impor beras tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, beras ilegal ini diyakini berasal dari negara-negara dengan harga beras yang lebih murah.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Alasan di Balik Impor Ilegal

Amran Sulaiman menjelaskan bahwa sumber beras ilegal ini terindikasi berasal dari Thailand dan Vietnam. "Iya, memang murah karena Indonesia tidak mengimpor beras," ujarnya, menegaskan ketidakpatuhan terhadap kebijakan swasembada pangan.

Ia juga mencatat lokasi penyimpanan beras ilegal, yaitu di gudang milik PT Multazam Sabang Group (MSG). Perusahaan swasta ini berpotensi terlibat dalam aktivitas penyelundupan beras.

Pelaku berusaha berargumentasi bahwa Sabang berada di zona bebas perdagangan. Namun, Sulaiman menegaskan pentingnya menegakkan kebijakan pusat dalam setiap transaksi yang terjadi.

Tindakan Lanjutan dan Kolaborasi

Dalam konfrensi persnya, Menteri Pertanian mengapresiasi kerjasama semua pihak dalam menangani kasus ini. "Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang bekerja sama dan bergerak cepat dalam menyelesaikan masalah ini," paparnya.

Pihak kementerian berkomitmen untuk terus menyelidiki jaringan yang terlibat dalam kegiatan impor ilegal dan memastikan tindakan hukum dilaksanakan. Penguatan pengawasan di sektor pertanian menjadi prioritas utama pemerintah.

Ke depan, diharapkan tindakan tegas dapat mencegah terulangnya kasus serupa dan melindungi sektor pertanian di Indonesia agar tetap stabil dan produktif.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU