Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 11:14 WIB

Klarifikasi Ijazah Jokowi: Pernyataan Tegas dari Bara JP

Author

Klarifikasi Ijazah Jokowi: Pernyataan Tegas dari Bara JP

Wakil Ketua Umum Bara JP, David Tanjung, menegaskan bahwa tidak ada harapan untuk mendapatkan ijazah asli mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari pihak pemohon sengketa. Pernyataan ini menyusul sengketa yang diajukan oleh organisasi Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) di Komisi Informasi Pusat (KIP).

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Dalam program yang ditayangkan di iNews, Tanjung menegaskan bahwa proses ini tidak akan mempertemukan Jokowi langsung dengan tuduhan yang ada. Ia yakin bahwa dokumen asli tidak akan diperoleh melalui jalur yang diusulkan oleh Bonjowi.

Pernyataan Resmi Bara JP

Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi, David Tanjung menyatakan, "Kalau kawan-kawan Bonjowi mau nyari data di KIP, jangan bermimpi untuk mendapatkan ijazah asli Pak Jokowi. Nggak mungkin." Keterangan ini menunjukkan keyakinannya bahwa dokumen asli tidak akan dapat diperoleh lewat jalur yang diusulkan.

Tanjung juga menjelaskan bahwa sidang sengketa ini berkaitan dengan dokumen salinan atau legalisir yang wajib disiapkan oleh institusi seperti UGM, KPU DKI Jakarta, KPU Surakarta, dan Polda Metro Jaya. Ia menjelaskan, "Makanya kami bilang, Pak Jokowi nggak ada urusan dengan itu. Itu urusan dari penyimpan data yaitu KPU Surakarta," menandakan bahwa situasi ini tidak langsung berhubungan dengan mantan presiden tersebut.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Kiprah KIP dalam Sengketa

David Tanjung menyatakan bahwa tidak ada relevansi antara tuduhan mengenai ijazah Jokowi yang dipalsukan dengan posisi mantan presiden. Ia menekankan bahwa proses yang berlangsung di KIP tidak mempertemukan Jokowi secara langsung dalam dugaan tersebut.

"Kata kunci dari proses KIP ini memastikan bahwa orang-orang yang memfitnah, yang menuntut bahwa ijazah Jokowi palsu, berarti memang fitnah," ucapnya. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan yang luas mengenai ijazah Jokowi tidak didukung oleh bukti yang konkret.

Tanjung menilai bahwa perseteruan ini hanyalah usaha untuk mencari bukti setelah sebelumnya menuduh tanpa dasar yang jelas.

Menanggapi Tuduhan

David Tanjung mengutip keputusan awal yang sudah mendeklarasikan bahwa ijazah Jokowi palus sebelum melakukan pencarian terkait masalah tersebut. Ia menyebutkan, "Sudah mendeklare di awal bahwa ijazah Jokowi palsu, kemudian setelah gembar-gembor baru cari mana nih ijazah yang bisa kita jadikan alat. Itu berarti kan clear bahwa itu fitnah, benar-benar fitnah."

Pernyataan ini menyoroti bagaimana isu mengenai ijazah Jokowi seakan diciptakan hanya untuk mendiskreditkan mantan pemimpin tersebut. David Tanjung berharap agar masyarakat lebih kritis dan tidak cepat mempercayai tuduhan yang beredar di media.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU