Glaukoma adalah penyakit mata yang tidak menampakkan gejala awal yang jelas, namun dapat merusak penglihatan secara berbahaya. Jika tidak terdeteksi dan diobati tepat waktu, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang glaukoma, mulai dari penyebab hingga langkah pencegahan yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan mata.
Apa Itu Glaukoma?
Glaukoma muncul ketika tekanan di dalam mata meningkat, yang berpotensi merusak saraf optik yang mengirimkan informasi visual ke otak. Ada dua jenis glaukoma yang umum, yaitu glaukoma primer sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.
Setiap jenis glaukoma memiliki gejala dan penyebab yang berbeda, tetapi keduanya dapat menyebabkan kerusakan penglihatan yang parah jika tidak segera ditangani. Peningkatan tekanan mata adalah penyebab utama glaukoma yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Penyebab dan Faktor Risiko
Meskipun peningkatan tekanan mata merupakan penyebab utama, tidak semua individu dengan tekanan tinggi akan mengalami glaukoma. Faktor genetik, usia, dan kondisi kesehatan mata sebelumnya juga berkontribusi besar terhadap risiko penyakit ini.
Orang berusia di atas 60 tahun, mereka yang memiliki riwayat keluarga yang terkena glaukoma, serta individu dengan penyakit tertentu seperti diabetes, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami glaukoma.
Pentingnya Pemeriksaan Rutin
Salah satu tantangan besar dalam mengatasi glaukoma adalah banyak orang tidak menyadari mereka mengalaminya hingga terlambat. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara berkala sangat penting untuk deteksi dini.
"Mengunjungi dokter mata secara rutin dapat membantu mendeteksi glaukoma sebelum menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan," ungkap Dr. Rina, seorang spesialis mata.
Disarankan untuk melakukan pemeriksaan minimal sekali setahun, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi, untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: