Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Syamsurijal mengenai penghapusan ahli gizi dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menciptakan gelombang protes dari berbagai kalangan, termasuk dokter dan ahli gizi Tan Shot Yen.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Cucun mengklaim bahwa peran ahli gizi akan diganti dengan tenaga penanganan gizi yang dilatih secara singkat, yang dianggap berpotensi menyebabkan permasalahan serius dalam program SPPG.
Kekhawatiran atas Penghapusan Ahli Gizi
Wakil Ketua DPR RI Cucun Syamsurijal menyatakan bahwa ahli gizi tidak akan terlibat dalam SPPG dan digantikan oleh tenaga yang akan dilatih dalam waktu tiga bulan. Pernyataan ini, disampaikan dalam konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung, menunjukkan pengurangan nilai terhadap keahlian di bidang gizi.
Dokter Tan Shot Yen mengkritis keputusan ini dengan menegaskan bahwa hilangnya ahli gizi akan berdampak negatif dan berisiko terhadap keselamatan masyarakat. Ia menganggap langkah tersebut menunjukan bahwa gizi tidak lagi menjadi prioritas.
Dalam harapannya, ia menekankan pentingnya melibatkan ahli gizi untuk menjaga kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Keberadaan mereka sangat berhubungan erat dengan penanganan gizi yang efektif dan aman.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Reaksi dari Tan Shot Yen dan Poin-Poin Kritikan
Tan Shot Yen mengemukakan beberapa kritik yang substansial terhadap kebijakan penghapusan ini. Ia mencatat bahwa pernyataan Cucun melanggar hukum profesi yang berpotensi menimbulkan masalah besar dalam pengaturan gizi publik.
Ia menggambarkan situasi ini dengan pernyataan, 'SPPG tanpa ahli gizi bagaikan pesawat tanpa pilot,' yang menunjukkan risiko rendahnya profesionalisme dalam penanganan gizi. Ia khawatir program ini bisa gagal dan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.
Kekhawatiran tersebut mencerminkan potensi penyimpangan misi awal program SPPG, yang seharusnya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara baik.
Pentingnya Peran Ahli Gizi dalam Penanganan Gizi
Menurut Tan Shot Yen, keberadaan ahli gizi sangat penting dalam memastikan kualitas pangan dan kesehatan masyarakat. Tanpa kehadiran mereka, pengelolaan gizi dapat kehilangan arah dan berisiko pada produk yang tidak sehat.
Ia menyatakan, 'Matinya kepakaran. Ahli gizi disamakan seperti tukang masak dan tenaga bebersih,' menggarisbawahi bahaya mengabaikan keahlian ahli gizi, yang membuat masyarakat rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk di kalangan anak-anak.
Saran-saran tersebut mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat tentang vitalnya peran ahli gizi dalam sistem kesehatan.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: