Tentara Israel dilaporkan menembaki Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, khususnya di daerah selatan, dari sebuah tank Merkava yang dikerahkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Insiden ini terjadi pada 16 November 2025, dan terungkap dalam laporan resmi UNIFIL yang merinci lokasi serangan dekat posisi Israel di wilayah Lebanon.
Detail Penembakan oleh Tentara Israel
UNIFIL mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan sore hari, ketika dikecam oleh tank Merkava. "Pagi ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menembaki pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari sebuah tank Merkava dari dekat posisi yang didirikan Israel di teritori Lebanon," kata UNIFIL.
Kejadian ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut di perbatasan Israel dan Lebanon. Meskipun serangan telah terjadi, belum ada laporan mengenai korban jiwa ataupun cedera saat ini.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Pembangunan Tembok di Perbatasan Lebanon
UNIFIL menegaskan bahwa Israel telah membangun tembok baru berbentuk T di perbatasan, yang melanggar kedaulatan Lebanon. "Sebuah tembok beton berbentuk T didirikan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di barat daya Yaroun, membuat 4.000 meter persegi teritori Lebanon tidak bisa diakses oleh warga Lebanon," ungkap laporan UNIFIL.
Dinding tersebut dipastikan merintangi Garis Biru yang ditetapkan oleh PBB, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga lokal. UNIFIL telah mendesak Israel untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Reaksi Israel Terhadap Tuduhan UNIFIL
Menanggapi tuduhan tersebut, IDF membantah semua klaim mengenai penerobosan Garis Biru, menyatakan bahwa tembok yang dibangun merupakan langkah pertahanan yang diperlukan. "Harus ditekankan tembok itu tidak menerobos Garis Biru," ujar IDF dalam klarifikasinya, membahas pentingnya keamanan wilayah mereka pasca-perang pada tahun 2022.
Meskipun demikian, situasi di perbatasan tetap rentan. Ketidakpuasan dari kedua belah pihak menunjukkan potensi meningkatnya ketegangan yang dapat berpengaruh pada stabilitas kawasan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: