Paku Buwono atau PB XIV mengenakan busana takwo berwarna magenta pada prosesi jumenengan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Prosesi ini mengungkapkan makna filosofis yang mendalam tentang sejarah Keraton Solo.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Prosesi jumenengan berlangsung pada pukul 10.45 WIB, di mana PB XIV melangkah keluar dengan penampilan mencolok, dikelilingi oleh prajurit keraton.
Penampilan Mencolok di Siti Hinggil
Prosesi jumenengan di Keraton Solo menjadi momen penting bagi PB XIV. Melangkah keluar dari Kori Kemandungan, busana takwo magenta yang dikenakan menambah kesan megah dalam acara sakral tersebut.
Busana tersebut dihiasi dengan bordir benang emas, memberikan kesan elegan pada kerah dan ujung lengan. Tidak hanya itu, keris yang diikatkan di pinggang semakin menunjukkan kebesaran dan status sang raja.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Makna di Balik Busana Takwo
Menurut KRMT Pustokoningrat Restu Budi Setiawan, busana takwo yang dikenakan PB XIV melambangkan keterkaitan mantan raja dengan tradisi Mataram Islam. "Yang dipakai itu bernama ageman Takwo, menggambarkan satu susuhunan tanah Jawa yang merupakan penerus generasi Mataram Islam di tanah Jawa," jelasnya.
Ageman Takwo, sebagai simbol perjalanan sejarah Keraton Solo, menegaskan identitas PB XIV sebagai keturunan dari kerajaan yang pernah berjaya di Jawa.
Tiga Busana Kebesaran Raja Tanah Jawa
Restu menambahkan bahwa Ageman Takwo adalah salah satu dari tiga busana kebesaran Raja Tanah Jawa. Busana lainnya termasuk Ageman Dodotan dan Kasenopaten.
"Ketiga busana itu yang pertama adalah ageman Takwo, yang kedua adalah ageman Dodotan, yang ketiga adalah ageman Kasenopaten," ungkapnya.
Makna di balik masing-masing busana menjelaskan bahwa Ageman Dodotan melambangkan raja sebagai Prabu Tanah Jawa, sedangkan Kasenopaten mencerminkan raja sebagai petinggi angkatan militer.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: