Jumat, 14 NOVEMBER 2025 • 15:51 WIB

Penelitian Mengungkap Kebohongan Batuk dalam Diagnosa Tuberkulosis

Author

Penelitian Mengungkap Kebohongan Batuk dalam Diagnosa Tuberkulosis

Lebih dari 80 persen penderita tuberkulosis (TB) tidak mengalami batuk menetap, meskipun gejala ini selama ini dianggap sebagai tanda utama TB.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 82,8 persen pasien TB tidak memiliki batuk yang berlangsung lama, yang berpotensi menyulitkan upaya diagnosis dan penanganan.

excerpt

Temuan Penelitian dan Dampaknya

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Amsterdam UMC dan Amsterdam Institute for Global Health and Development ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases. Penelitian tersebut menganalisis data lebih dari 600 ribu orang di Afrika dan Asia.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Salah satu temuan kunci adalah bahwa 62,5 persen dari pasien TB tidak mengalami batuk sama sekali. Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai penularan penyakit ini yang mungkin terjadi tanpa terdeteksi.

Kesenjangan dalam Diagnosa dan Penanganan

Frank Cobelens, Profesor Kesehatan Global di Amsterdam UMC, menjelaskan, "Hasil kami menunjukkan alasan mengapa, meskipun upaya besar untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit ini, beban TB di Afrika dan Asia hampir tidak menurun."

Cobelens juga menyoroti kesenjangan yang signifikan antara padepokan 10,6 juta orang yang terjangkit TB dan hanya 7,5 juta kasus yang tercatat oleh otoritas kesehatan pada tahun 2022. Ini menunjukkan kurangnya efektivitas sistem pelaporan dan diagnosis saat ini.

Kebutuhan untuk Pendekatan Baru dalam Skrining

Cobelens menegaskan bahwa ketergantungan pada gejala batuk untuk mendeteksi penyakit adalah masalah besar. "Batuk yang menetap sering menjadi pintu masuk diagnosis, tetapi jika 80 persen penderita TB tidak mengalaminya, diagnosis akan terjadi lebih lambat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyak pasien TB mungkin tidak terdiagnosis sama sekali, yang memungkinkan penularan penyakit terjadi tanpa terdeteksi, sehingga diperlukan pendekatan baru dalam skrining dan diagnosis TB.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU