Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi minyak nasional atau lifting. Ia menekankan pentingnya strategi dan dukungan untuk mencapai target yang ditetapkan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam pernyataannya, Bahlil menyebutkan bahwa kendati tantangan yang dihadapi cukup kompleks, pemerintah berhasil mencatat lifting minyak mencapai 605.800 barel per hari berdasarkan anggaran APBN 2025.
Strategi Peningkatan Produksi Minyak
Bahlil menjelaskan bahwa meningkatkan produksi minyak nasional adalah suatu tantangan yang kompleks, terutama karena banyak sumur migas di Indonesia yang sudah tua dan mengalami penurunan produksi.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah telah mencapai target lifting minyak sesuai dengan APBN 2025, meskipun kenaikan tersebut tidak signifikan.
"Sekalipun kenaikannya tidak signifikan, tapi kita hari ini sudah mencapai target APBN. Lifting minyak kita saat ini sudah 605.800 barel per hari," ujarnya.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Dukungan dan Insentif untuk KKKS
Dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi, Bahlil menegaskan pentingnya dukungan dan insentif bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Dia menyampaikan perlunya akselerasi dalam pengelolaan sumur-sumur tua dan penawaran insentif yang menarik untuk mendorong ekspansi.
"Sumur-sumur kita ini semakin ke sini semakin tua dan dibutuhkan akselerasi, termasuk bagaimana kita memberikan sweetener agar mereka (KKKS) bisa melakukan ekspansi," tambahnya.
Kinerja Penerimaan Negara dari Sektor Migas
Bahlil juga melaporkan bahwa setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor migas telah mencapai Rp 200,66 triliun, mewakili 78,74 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN.
Capaian ini menunjukkan peran strategis sektor migas dalam menopang pendapatan negara.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan dihadapi, sektor migas tetap memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi nasional.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: