Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengumumkan bahwa Australia dan Indonesia telah sepakat untuk menandatangani perjanjian keamanan baru.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Albanese dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, di Sydney.
Detail Pertemuan di Sydney
Pertemuan antara Albanese dan Prabowo berlangsung di Kirribilli House, kediaman resmi Perdana Menteri Australia, pada Rabu, 12 November 2025.
Dalam pernyataannya, Albanese menyatakan, "Pemerintah Australia dan Indonesia baru saja menyelesaikan negosiasi substansial mengenai perjanjian bilateral baru mengenai keamanan bersama kita."
Tujuan Perjanjian Keamanan
Albanese menegaskan bahwa perjanjian ini adalah bentuk pengakuan dua negara akan pentingnya kolaborasi untuk mencapai perdamaian dan stabilitas.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
"Perjanjian ini merupakan pengakuan dari kedua negara kita bahwa cara terbaik untuk mengamankan ... perdamaian dan stabilitas adalah dengan bertindak bersama," ujar Albanese lebih lanjut.
Sejarah Kunjungan dan Kerja Sama
Kunjungan ini menandai kunjungan pertama Prabowo ke Australia setelah resmi menjabat sebagai Presiden Indonesia.
Sebelumnya, Prabowo terakhir kali mengunjungi Australia pada Agustus 2024 saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan presiden terpilih.
Pertemuan antara kedua pemimpin tersebut juga membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor seperti ekonomi, pembangunan, dan keamanan.
Biro Sekretariat Presiden menyebut bahwa pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup tetapi mencakup pembahasan mendalam mengenai isu-isu penting yang dihadapi kedua negara.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: