Perekonomian Indonesia menunjukan pertumbuhan yang solid meskipun ada tantangan global, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh sebesar 5,04% pada Triwulan III 2025.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat, investasi yang meningkat, serta kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi baik.
Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Penyokongnya
Laporan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pertumbuhan PDB sebesar 5,04% pada Triwulan III 2025 mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.
Sektor jasa pendidikan tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi, sejalan dengan awal tahun ajaran baru dan peningkatan belanja pendidikan.
Industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian juga berkontribusi signifikan terhadap PDB, menunjukkan ketahanan Indonesia dibandingkan negara lain seperti Tiongkok dan Singapura.
Meskipun tantangan global terus ada, kinerja perekonomian Indonesia dinilai tetap optimis dan berpotensi baik.
Kinerja Wilayah dan Permintaan Konsumsi
Secara geografis, Pulau Jawa tumbuh sebesar 5,17%, memberikan kontribusi 56,68% terhadap PDB nasional, menunjukkan inklusifitas perekonomian.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Daerah lain seperti Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan Maluku-Papua juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan karena aktivitas pengolahan sumber daya alam.
Konsumsi rumah tangga berfungsi sebagai motor pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan 4,89% (yoy), berkat stimulus pemerintah dan peningkatan mobilitas masyarakat.
Investasi juga meningkat, dengan realisasi PMA dan PMDN mencapai Rp1.434,3 triliun, menunjukkan pertumbuhan 13,7%.
Stabilitas Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah
Inflasi Indonesia tercatat pada angka 2,86% (yoy), tetap berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan, mencerminkan stabilitas harga yang baik.
Cadangan devisa negara pun dalam kondisi stabil, dengan total USD148,7 miliar, serta rasio utang luar negeri yang berada pada level aman.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan kebijakan kontrasiklikal, termasuk percepatan belanja negara dan perlindungan sosial untuk lebih dari 35 juta keluarga.
Hilirisasi industri juga diperkuat melalui proyek strategis, seperti pabrik petrokimia terintegrasi PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: