Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 15:51 WIB

Fenomena Supermoon di Indonesia: Kesempatan Langka Menyaksikan Keajaiban Langit di 2025

Author

Fenomena Supermoon di Indonesia: Kesempatan Langka Menyaksikan Keajaiban Langit di 2025

Fenomena supermoon akan menyapa warga Indonesia pada 7 Oktober 2025, memberikan kesempatan istimewa untuk menyaksikan keindahan bulan purnama yang lebih besar dan lebih terang.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Dengan jarak dekatnya ke Bumi, fenomena ini akan menjadikan Bulan tampak sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibanding bulan purnama biasa.

Kapan & Mengapa Ini yang Terbesar di 2025

Puncak purnama supermoon akan terjadi pada pukul 10.47 WIB dengan jarak sekitar 361.458 km dari Bumi. Menurut BMKG, supermoon ini memiliki semi-diameter Bulan yang jauh lebih besar saat berada di perigee dibandingkan saat apoge.

Fenomena ini dikategorikan sebagai yang terbesar dan tercerah di tahun 2025, dengan kombinasi jarak yang sangat dekat dengan Bumi dan fase purnama sempurna.

Dari hasil pengamatan, Bulan akan tampak lebih besar dan lebih terang, membuatnya menjadi objek yang menarik untuk diamati. Ini tentunya akan menggugah minat banyak orang untuk menyaksikannya secara langsung.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Keistimewaan Mengamati dari Indonesia

Posisi geografis Indonesia di garis khatulistiwa memberikan keuntungan unik bagi pengamat Bulan. Warga dapat melihat Bulan terbit di ufuk timur dengan jelas, terutama setelah matahari terbenam.

Warna Bulan yang akan tampak keemasan atau oranye saat terbit disebabkan oleh hamburan atmosfer, memberikan pengalaman visual yang luar biasa.

Untuk menikmati keajaiban ini, tidak diperlukan alat khusus, cukup dengan mata telanjang asalkan cuaca mendukung. Fenomena supermoon di bulan Oktober juga akan diikuti oleh fenomena serupa pada November dan Desember.

Cara Mengamati & Tips Foto

Untuk pengalaman terbaik saat mengamatinya, pilih lokasi yang memberikan pandangan bebas ke arah timur seperti pantai atau bukit. Hal ini penting agar Bulan tidak terhalang oleh gedung atau pohon.

Waktu terbaik untuk menyaksikan adalah 15-20 menit setelah Bulan terbit, ketika efek 'bulan besar di horizon' akan terasa lebih nyata. Perhatikan kondisi cuaca untuk memastikan tampilan yang jelas.

Dalam hal pengambilan foto, menggunakan lensa dengan focal length menengah akan memberikan hasil yang optimal, memungkinkan fotografer untuk menangkap keindahan Bulan pada puncaknya.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU