Seorang warga Bogor, Jawa Barat, berinisial F (26) mengalami pengalaman traumatis setelah dijanjikan pekerjaan di Singapura, namun berakhir di Kamboja sebagai korban tindak pidana perdagangan orang.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Pengalaman pahit ini dimulai dengan harapan yang tinggi, tetapi berujung pada penipuan dan kekhawatiran akan keselamatan dirinya.
Proses Keberangkatan dan Awal Pekerjaan
F berangkat ke Singapura pada awal September 2025 setelah diajak oleh seorang teman dekat. Ayahnya mengungkapkan bahwa mereka tidak menduga akan ada hal buruk yang terjadi, meskipun tidak mengetahui detail perusahaan tempat F bekerja.
Selama beberapa minggu pertama, F merasa semuanya berjalan baik dan membagikan momen-momen kebersamaan dengan teman-temannya melalui status WhatsApp, menciptakan kesan seolah ia berada dalam lingkungan kerja yang aman.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Peralihan Ke Kamboja dan Pekerjaan Penipuan
Kehidupan F berubah drastis ketika dia diundang untuk bepergian dengan beberapa orang menggunakan mobil. Ketika melihat peta di Google Maps, ia terkejut mengetahui bahwa dirinya kini berada di Kamboja dan segera menghubungi ayahnya untuk melaporkan situasi tersebut.
Setibanya di Kamboja, F dijadikan sebagai alat penipuan yang menyasar warga negara Indonesia. Ia menyampaikan kepada ayahnya bahwa mereka tinggal di ruko yang digunakan sebagai kantor untuk kegiatan penipuan, tanpa mengetahui rincian spesifik mengenai modus penipuan yang sedang dilakukan.
Upaya Pelarian dan Respon Kementerian Luar Negeri
Pada 21 Oktober 2025, F berhasil melarikan diri bersama seorang teman saat mereka menunggu pesanan makanan online. Ayahnya segera menghubungi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk meminta bantuan terkait situasi anaknya yang masih terjebak di Kamboja.
Heni Hamidah, Plt Perlindungan WNI dari Kemlu, mengonfirmasi bahwa F telah melapor ke KBRI Phnom Penh dan saat ini dalam penanganan yang baik. Ia menegaskan bahwa pihak KBRI terus memantau dan berkomunikasi dengan keluarga untuk memastikan keamanan serta proses pemulangan F.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: