Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:04 WIB

Mengenal Hepatitis A: Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai

Author

Mengenal Hepatitis A: Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai

Hepatitis A merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, dan menjadi salah satu isu kesehatan yang patut diperhatikan, terutama di Indonesia.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Penyakit ini dapat menular melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, meski tidak menyebabkan infeksi kronis pada sebagian besar penderitanya.

Apa Itu Hepatitis A?

Hepatitis A adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini dapat menginfeksi orang-orang yang terpapar melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Gejala infeksi bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat, dan dapat muncul antara 15 hingga 50 hari setelah terpapar virus.

Secara umum, gejala hepatitis A mencakup demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, dan nyeri perut. Warna urin bisa menjadi lebih gelap, sementara kulit dan sclera (putih mata) dapat menguning.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Bagaimana Hepatitis A Menular?

Hepatitis A menyebar dari orang ke orang, terutama di tempat-tempat dengan sanitasi yang buruk. Makanan dan air yang tercemar kotoran orang yang terinfeksi merupakan penyebab utama penularan.

Virus ini dapat bertahan di lingkungan luar selama beberapa bulan, sehingga meningkatkan risiko penularan.

Mencuci tangan secara teratur dan memasak makanan dengan benar merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit ini, meskipun banyak orang yang tidak menunjukkan gejala pasca terpapar.

Pencegahan dan Penanganan Hepatitis A

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah hepatitis A adalah vaksinasi. Vaksin ini direkomendasikan untuk anak-anak dan orang dewasa yang berisiko tinggi.

Menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, juga sangat penting dalam pencegahan.

Jika seseorang terinfeksi, umumnya tidak diperlukan pengobatan khusus. Penanganan lebih berfokus pada meredakan gejala, seperti perawatan di rumah dan memastikan cukup asupan cairan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU