Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 13:16 WIB

Misteri Kematian Mahasiswa Universitas Udayana: Investigasi Berlanjut

Author

Misteri Kematian Mahasiswa Universitas Udayana: Investigasi Berlanjut

Polisi mendalami kematian Timothy Anugerah, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, yang terjatuh dari gedung kampus pada Jumat (18/10). Korban ditemukan kritis dan dinyatakan meninggal di rumah sakit setelah kejadian tersebut.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Hingga kini, penyidik Polsek Denpasar Selatan telah memeriksa 19 saksi, meskipun kerusakan rekaman CCTV di lokasi menjadi kendala utama dalam penyelidikan. Kasus ini berlanjut menarik perhatian publik dan komunitas kampus.

Kronologi Peristiwa Kematian

Timothy Anugerah, 22 tahun, jatuh dari lantai empat gedung FISIP Universitas Udayana di Denpasar, Bali, pada pagi hari kejadian. Korban ditemukan dalam kondisi kritis di area parkir belakang gedung dan segera dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah.

Meskipun upaya medis dilakukan, Timothy tidak tertolong dan dinyatakan meninggal beberapa jam setelah jatuh. Kejadian ini mengejutkan kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar, memicu serangkaian pertanyaan tentang penyebabnya.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Proses Penyidikan yang Berlangsung

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Laksmi Trisnadewi, mengonfirmasi bahwa penyidik sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 19 saksi. Saksi-saksi ini termasuk rekan-rekan korban dan petugas keamanan dari pihak kampus yang ada pada saat kejadian.

Dari hasil penyelidikan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik atau indikasi adanya perundungan yang mengarah pada peristiwa tersebut. Oleh karena itu, polisi menekankan pentingnya proses penyelidikan yang teliti untuk memahami situasi yang sebenarnya.

Kendala dalam Penyelidikan

Kendala utama yang dihadapi dalam penyidikan adalah kondisi rekaman CCTV di lokasi kejadian yang dilaporkan rusak. Akibatnya, saat jatuhnya korban tidak dapat diidentifikasi secara visual, yang menyulitkan penyidik dalam mengumpulkan bukti.

Hasil olah TKP menunjukkan bahwa pagar pengaman di area tersebut masih utuh dan tidak menunjukkan tanda-tanda dorongan atau kehilangan keseimbangan. Meski demikian, polisi menekankan bahwa investigasi masih berlanjut dan kesimpulan akhir belum dapat ditarik.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU